•
📅
11 Jan 2026 • 20:25:00
KKN Hari Kelima di Gumelem Wetan
Betul saja, ternyata masih banyak kegiatan atau sejarah di desa ini yang perlu diabadikan. Entah itu melalui tulisan ataupun konten media sosial.Minggu 11 Januari, saya dan teman-teman KKN lainnya menghadiri pengajian Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di dusun satu. Pengajian ini rutin diadakan setiap Ahad pon, 36 kali sehari. Desa ini sering mengadakan pengajian, entah itu pengajian rutin ataupun pengajian akbar menyambut hari besar. Setiap dusun akan bergantian menjadi tuan rumah pengajian tersebut.Sesampai di pengajian, kami disambut dengan antusias. Saya dan yang laki-laki diajak masuk ke salah satu rumah warga. Sedangkan yang perempuan masuk ke majlis, bergabung dengan ibu-ibu Muslimat. Rumah tersebut ternyata tempat transit untuk bapak-bapak yang mengaji, termasuk pak Kyai dan Kuncen.Di dalam kami disuguhi makanan mulai dari cemilan hingga soto.Kami pun berbincang-bincang mengenai sejarah dan berbagai kegiatan desa ini sambil menikmati suguhan. Desa ini memiliki sejarah yang kaya. Saya pun tertarik untuk lebih banyak membaca dan menulis tentang desa ini.Tidak terasa pengajian ibu-ibu selesai. Pak Kyai diminta masuk untuk memberikan tausiah. Kami yang di rumah pun ikut membersamai kyai. Ternyata durasi pengajian lumayan lama. Pengajian dimulai dengan shalawat yang diiringi hadroh. Lalu mahalul qiyam, setelah sambutan atau pidato baru tausiah.Setelah ceramah, pengajian pun selesai. Beberapa ibu-ibu meminta foto bersama. Kebetulan, kami pun hendak mengajaknya. Selesai foto, kami disuguhkan cemilan dan soto lagi. Kami melahap suguhan sambil ditemani pak Bejo dan Pak Sujeri (kuncen). Selesai makan kami pamit untuk melanjutkan kegiatan yang lain.
Baca selengkapnya →