Nasional- Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Kelompok 40
β’
π
05 Aug 2026 β’ 20:53:00
Day 29: βDari Piket Balai hingga Senam Sore: Padatnya Aktivitas Kelompok 40 KKN Unsoed di Desa Jatirotoβ
Pada hari Rabu, 29 Juli 2026, Kelompok 40 KKN Unsoed melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan di Desa Jatiroto. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.Program KKN diawali setiap pukul 08.00 WIB dengan piket di balai desa, yang telah menjadi agenda tetap Kelompok 40 sepanjang periode KKN. Pada hari kerja, yakni Senin sampai Jumat, para mahasiswa mendapat giliran bertugas di Balai Desa Jatiroto guna mendampingi perangkat desa dalam pelaksanaan pelayanan administrasi. Bentuk bantuan yang diberikan cukup beragam, meliputi pengelolaan surat-menyurat, pencatatan data warga yang berkeperluan administrasi kependudukan, penataan arsip desa, sampai dengan menjaga kebersihan ruang sekretariat dan ruang pelayanan. Khusus pada hari Rabu ini, kegiatan piket balai desa lebih diarahkan pada pendampingan proses pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak-anak usia 0β16 tahun,. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersinergi dengan perangkat desa membantu para pendaftar mengisi formulir, memeriksa kelengkapan berkas persyaratan seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan pas foto ukuran 3Γ4, serta melakukan entri data melalui laman E-latin. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kepemilikan dokumen identitas bagi anak sejak usia dini, sekaligus memastikan penyaluran program bantuan pemerintah tepat sasaran.Bersamaan dengan kegiatan piket, pada pukul 08.00β09.00 WIB, sebagian mahasiswa Kelompok 40 melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying yang merupakan program kerja bidang pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan SDN 02 Jatiroto dan menyasar siswa kelas 4 hingga 6. Materi yang disampaikan meliputi pengertian perundungan (bullying), jenis-jenisnya (fisik, verbal, dan psikologis), dampak negatif bagi korban maupun pelaku, serta cara-cara mencegah dan melaporkan tindakan bullying di lingkungan sekolah. Penyampaian materi dilakukan dengan metode interaktif, seperti diskusi kelompok kecil dan simulasi peran, agar siswa lebih mudah memahami dan berani mengungkapkan pengalaman mereka. Selain itu, mahasiswa juga menanamkan nilai-nilai empati, saling menghormati, dan keberanian untuk berbicara jika melihat atau mengalami perundungan. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, serta membangun karakter siswa yang berani melawan tindakan tidak terpuji sejak dini.Pada pukul 10.00β11.30 WIB, berlangsung program mengajar di SDN 02 Jatiroto yang dilaksanakan oleh mahasiswa kelompok KKN sebagai bentuk kegiatan pendampingan pendidikan bagi siswa sekolah dasar setempat. Kegiatan ini merupakan kontribusi mahasiswa KKN dalam bidang pendidikan, dengan sasaran siswa kelas 5 dan 6. Materi yang diajarkan meliputi materi tentang profesi yang disampaikan dengan metode pembelajaran interaktif agar siswa lebih mudah memahami dan tidak merasa bosan. Selain menyampaikan materi akademik, mahasiswa juga menyisipkan nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, gotong royong, dan semangat belajar. Kegiatan mengajar ini bertujuan untuk membantu meringankan tugas guru di sekolah sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih variatif bagi siswa selama masa KKN berlangsung.Memasuki sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, seluruh mahasiswa Kelompok 40 bersama warga Desa Jatiroto melaksanakan kegiatan senam bersama di halaman balai desa. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu di desa. Senam dipandu oleh instruktur ibu-ibu yang telah menyiapkan gerakan-gerakan sederhana namun efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani, melancarkan peredaran darah, dan mengurangi stres setelah seharian beraktivitas. Kegiatan senam bersama ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara mahasiswa KKN dengan warga Desa Jatiroto. Senam diakhiri pada pukul 17.00 WIB dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya aktivitas fisik rutin dan terbiasa meluangkan waktu untuk berolahraga secara kolektif guna mewujudkan desa yang sehat dan harmonis.
Baca selengkapnya β