Nasional- Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Kelompok 169
•
📅
04 Aug 2026 • 22:19:00
Pendampingan Akademik dan Kegiatan Edukatif Siswa MI
Pada hari ini kami mahasiswa KKN melaksanakan program kerja tambahan kedua di MI Cokroaminoto yang ditujukan bagi siswa kelas 1, 2, dan 3. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah, dilanjutkan dengan pembagian mahasiswa ke dalam tiga kelompok agar setiap kelas mendapatkan pendampingan yang optimal sesuai dengan program yang telah disusun.Di kelas 1, kami menyelenggarakan lomba mewarnai sebagai sarana untuk melatih kreativitas, ketelitian, dan keterampilan. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias dalam menuangkan imajinasi mereka melalui gambar yang telah disediakan. Setelah proses penilaian selesai, kami memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dengan kategori Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 sebagai bentuk apresiasi atas hasil karya mereka. Selain itu, kegiatan juga diselingi dengan dua permainan edukatif yang berlangsung dengan meriah. Permainan pertama adalah Memory Game, di mana siswa dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kelompok secara bergantian berlari menuju papan tulis untuk menuliskan kembali objek atau kata yang sebelumnya diperlihatkan pada sebuah kertas. Permainan ini bertujuan melatih daya ingat, kerja sama tim, serta kecepatan berpikir siswa. Permainan kedua adalah Lompat Konsentrasi, di mana seluruh siswa berbaris memanjang dan melompat ke salah satu dari tiga area yang telah diberi nama warna sesuai instruksi yang diberikan. Melalui permainan ini, siswa dilatih untuk meningkatkan konsentrasi, kecepatan merespons, serta kemampuan mengikuti arahan dengan tepat.Sementara itu, di kelas 2 kami melaksanakan kegiatan eksperimen sederhana bertema Gunung Meletus dengan memanfaatkan bahan-bahan yang aman, seperti soda kue, cuka, sabun cair, dan pewarna makanan. Sebelum memasuki kegiatan inti, kami melakukan perkenalan terlebih dahulu untuk membangun kedekatan dengan siswa. Selanjutnya, kegiatan diawali dengan fun games Simon Says (Ibu Berkata) sebagai ice breaking. Dalam permainan ini, siswa diminta mengikuti instruksi hanya ketika diawali dengan kalimat "Ibu berkata". Apabila instruksi diberikan tanpa diawali kalimat tersebut, siswa tidak boleh mengikuti perintah. Melalui permainan ini, siswa dilatih untuk meningkatkan konsentrasi, kemampuan menyimak, serta kecepatan dalam merespons arahan. Setelah suasana kelas menjadi lebih aktif dan kondusif, kegiatan dilanjutkan dengan eksperimen Gunung Meletus. Diawali dengan membagi siswa menjadi 6 kelompok serta membagi bahan-bahan yang sudah kami siapkan ke masing-masing kelompok seperti botol, gelas, kardus, alumunium foil, baking soda, cuka, dan pewarna makanan. Lalu setiap kelompok diminta untuk membangun gunung menggunakan botol dan dilapisi alumunium foil terlebih dahulu. Selanjutnya masukan baking soda kue dalam botol yang membentuk gunung, serta mencampur kan bahan bahan lain menjadi satu dalam gelas dan juga tambahkan sabun cair yang sudah disiapkan. Lalu siswa diminta untuk menuangkan bahan-bahan yang sudah tercampur kedalam gunung yang sudah disiapkan sehingga memunculkan ledakan seperti gunung meletus. Melalui kegiatan ini, kami memberikan penjelasan mengenai reaksi sederhana yang menyebabkan munculnya efek menyerupai letusan gunung berapi. Siswa tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga berpartisipasi secara langsung dalam proses eksperimen sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif, menarik, dan mudah dipahami.Dan, di kelas 3 kami memberikan materi dasar Bahasa Inggris dengan tema Likes and Dislikes serta Meals Time menggunakan metode pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan. Pada materi Likes and Dislikes, siswa belajar mengungkapkan hal-hal yang mereka sukai dan tidak sukai menggunakan kalimat sederhana, seperti I like... dan I don't like... . Selanjutnya, pada materi Meals Time, siswa dikenalkan dengan waktu makan dalam sehari, yaitu breakfast, lunch, dan dinner, beserta contoh makanan yang biasanya dikonsumsi pada setiap waktu makan. Penyampaian materi dilakukan melalui tanya jawab, pengucapan kosakata, dan latihan sederhana agar siswa lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris. Untuk meningkatkan partisipasi siswa, kegiatan dilanjutkan dengan dua mini games edukatif. Permainan pertama menggunakan media ular tangga interaktif, di mana setiap siswa secara bergantian memutar dadu digital (online) untuk menentukan langkah pion. Pada kotak tertentu, siswa diminta menjawab pertanyaan seputar materi Likes and Dislikes maupun Meals Time sehingga suasana belajar menjadi lebih menarik dan interaktif. Permainan kedua berupa isian singkat secara lisan, di mana siswa diminta melengkapi kalimat atau menjawab pertanyaan sederhana dalam Bahasa Inggris berdasarkan materi yang telah dipelajari. Melalui kedua permainan tersebut, siswa dilatih untuk mengingat kembali materi, meningkatkan keberanian berbicara, serta mengasah kemampuan berpikir dan merespons dengan cepat.Secara keseluruhan, rangkaian program kerja tambahan ini berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari guru maupun siswa. Melalui kegiatan yang disesuaikan dengan karakteristik setiap jenjang kelas, kami berharap siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, serta mampu meningkatkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan semangat belajar mereka.
Baca selengkapnya →