Asah Kemampuan Memahami Bacaan, KKN Literasi Dorong Siswa SD Berani Mengulas Buku dan Menyampaikan Gagasan
Paketingan, 23 Juli 2026 – Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari sebuah bacaan. Berangkat dari semangat tersebut, Tim KKN Tematik Literasi 14 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan program Cerdas Mengulas Buku bersama siswa kelas III SD Negeri Paketingan 01 pada Kamis (23/7). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta membangun kepercayaan diri peserta didik dalam menyampaikan hasil pemahamannya terhadap sebuah buku.Program diawali dengan pembagian buku bacaan kepada para siswa. Setelah diberikan waktu untuk membaca, mahasiswa KKN mengajak peserta didik memahami isi cerita melalui diskusi sederhana mengenai tokoh, alur, latar, serta pesan yang terkandung dalam buku. Pendekatan ini dilakukan agar siswa tidak hanya membaca secara sekilas, tetapi juga mampu menangkap makna dari bacaan yang mereka pelajari.Selanjutnya, siswa didorong untuk mengulas buku yang telah dibaca dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan selama proses berlangsung, mulai dari membantu siswa menyusun gagasan utama hingga memberikan motivasi agar mereka berani menyampaikan pendapat di depan teman-temannya. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis sekaligus melatih keterampilan berbicara dan berkomunikasi.Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari membaca, berdiskusi, hingga mempresentasikan hasil ulasan mereka. Beragam tanggapan dan sudut pandang yang disampaikan menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam memahami sebuah cerita. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran literasi yang mendorong peserta didik untuk berpikir lebih kritis dan percaya diri.Bagi Tim KKN Tematik Literasi 14, program Cerdas Mengulas Buku merupakan salah satu bentuk penguatan budaya literasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan minat baca, tetapi juga pada kemampuan memahami dan mengomunikasikan isi bacaan. Dengan membiasakan peserta didik mengulas buku sejak usia sekolah dasar, diharapkan mereka mampu mengembangkan keterampilan berpikir yang lebih sistematis serta memiliki keberanian untuk menyampaikan ide secara runtut.Setelah kegiatan di SD Negeri Paketingan 01 selesai, mahasiswa KKN kembali melanjutkan pengelolaan Perpustakaan Desa Paketingan. Kegiatan difokuskan pada penyempurnaan administrasi layanan melalui pemasangan kartu peminjaman buku serta penulisan nomor inventaris sebagai bagian dari proses pengelolaan koleksi perpustakaan. Meskipun berlangsung di balik layar, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung layanan perpustakaan yang lebih tertata dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.Penguatan administrasi perpustakaan dilakukan secara bertahap sebagai bentuk komitmen dalam membangun sistem pengelolaan koleksi yang rapi dan berkelanjutan. Dengan administrasi yang semakin baik, proses sirkulasi buku diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengakses berbagai koleksi bacaan yang tersedia.Melalui rangkaian kegiatan hari ini, Tim KKN Tematik Literasi 14 Universitas Jenderal Soedirman terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya menumbuhkan minat baca, tetapi juga mengembangkan kemampuan memahami, mengulas, dan mengomunikasikan isi bacaan. Di sisi lain, penyempurnaan layanan perpustakaan menjadi langkah pendukung agar budaya literasi dapat terus tumbuh melalui ketersediaan fasilitas yang semakin baik.Kolaborasi bersama sekolah, pemerintah desa, dan pengelola perpustakaan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem literasi yang berkelanjutan di Desa Paketingan. Melalui berbagai program yang saling melengkapi, Tim KKN Tematik Literasi 14 berharap setiap kegiatan yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta didik maupun masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan mencintai literasi.
Baca selengkapnya →