β’
π
15 Jan 2026 β’ 19:42:00
KKN Hari 9, Isra' mi'raj SDN 3 Menganti, Hari Desa Nasional, Kunjungan ke dusun Kertasari
Fajar kesembilan menyingsing, membawa kami pada tiga persimpangan jalan pengabdian yang berjalan beriringan. Di SDN 3 Menganti, gema sholawat melangit merayakan Israβ Miβraj. Kami menyaksikan binar kompetisi dalam lomba-lomba yang khidmat, sementara petuah bijak dari Pak Kiai meresap ke dalam sanubari, mengingatkan kami bahwa setiap perjalanan, sejauh apa pun itu haruslah berakar pada iman. Di saat yang bersamaan, pusat desa berdenyut oleh rasa syukur memperingati Hari Desa Nasional. Di sana, aroma nasi kuning yang harum memenuhi udara balai desa. Sebuah tumpeng besar dipotong sebagai simbol terima kasih pada tanah yang kami pijak. Kami duduk melebur bersama perangkat desa, ketua RT, dan RW dalam tradisi makan bersama yang bersahaja. Tak ada sekat, hanya ada kehangatan yang mengalir, ditutup dengan mangkuk-mangkuk bakso yang menyatukan rasa.Namun, pengembaraan sejati adalah tentang berbagi ilmu. Sebelum mentari tepat di atas kepala, kami juga hadir memberikan pendampingan bagi para pejuang di KWT. Kami berbagi tentang cara merangkai kata dan citra dalam konten promosi, agar kemandirian dan produk mereka kelak dikenal oleh dunia luar. Selepas Dzuhur, pengembaraan kami berlanjut menuju cakrawala Dusun Kertasari. Di bawah bimbingan Pak Kadus, kami menyusuri lekuk-lekuk tanahnya yang asri. Kami menyaksikan riak air di kolam lele dan mujair, serta mendengar lenguhan kambing jawa dan domba gembel yang menjadi denyut hidup para peternak. Perjalanan kami tak berhenti di situ. Kami singgah untuk melihat jemari cekatan mengolah pisang menjadi ceriping yang renyah. Dan sebagai penutup lembar sejarah hari ini, kami melabuhkan langkah di PAUD dan TPQ Al-Mustaqim Kertasari. Hari ini kami menemukan alasan mengapa perjalanan ini harus terus dilakukan untuk menjaga nyala lentera masa depan yang baru saja mulai berpijar.
Baca selengkapnya β