Hari Kamis, 30 Juli 2026, kembali menjadi hari yang dipenuhi dengan pelaksanaan berbagai program kerja KKN kami. Seperti hari-hari sebelumnya, kegiatan diawali dengan dua program kerja di SDN Karangmangu 04, yaitu Membuat Proyek Berbasis Buku Bacaan: Ayo Buat Jus Jeruk Limau! dan Membaca Nyaring: Bagian-Bagian Tubuhku. Kedua program kerja tersebut masih kami laksanakan di sekolah yang sama karena memang ditujukan bagi siswa-siswi SDN Karangmangu 04.


Saat jarum jam menunjukkan pukul 09.00, “Kakak Tutor” tim A yang terdiri dari Ribbie, Brenda, Jeje, dan Dhevi memasuki ruang kelas untuk memulai kegiatan. Ribbie mengawali program kerja dengan membacakan buku cerita anak berjudul Ayo Buat Jus Jeruk Limau! kepada para siswa. Setelah cerita selesai dibacakan, Dhevi dan Brenda melanjutkan kegiatan dengan memperagakan cara membuat jus jeruk limau sesuai petunjuk yang terdapat di dalam buku. Tidak hanya menyaksikan, para siswa juga diberi kesempatan untuk ikut terlibat. Dua orang siswa dipanggil secara bergantian ke depan kelas untuk mencoba sendiri membuat jus jeruk limau dengan didampingi oleh para “Kakak Tutor”. Antusiasme mereka membuat suasana kelas terasa semakin hidup.


Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pada pukul 10.00, kegiatan dilanjutkan oleh “Kakak Tutor” tim B yang beranggotakan Brian, Humman, Halimah, dan Otniel. Sebelum memasuki materi utama, mereka mengajak para siswa berkenalan dan bermain games sederhana agar suasana kelas menjadi lebih cair. Setelah perhatian siswa berhasil terpusat, buku cerita anak berjudul Bagian-Bagian Tubuhku mulai dibacakan oleh Brian. Sambil membacakan buku, Brian juga membawa dan menunjukkan buah jeruk limau ke hadapan para siswa; untuk memberi penjelasan dengan benda secara langsung. Misalnya, ia berkata bahwa dengan lidah (atau mulut) yang merupakan indra pengecap atau perasa, kita jadi bisa merasakan rasa asam pada jeruk limau.


Hal tersebut kami rasa penting untuk dilakukan. Sebab dengan begitu, para siswa jadi bisa belajar bukan hanya dari buku yang dibacakan saja, tetapi juga dari benda yang dibawakan dan bisa mereka perhatikan secara langsung. Usai sesi membaca nyaring tersebut, para siswa menerima potongan-potongan kertas warna-warni berbentuk siluet mata, hidung, mulut, dan telinga. Mereka diminta menempelkan potongan tersebut pada kertas HVS, mengatur letaknya agar sesuai, kemudian menggambar bagian-bagian pancaindra mengikuti bentuk siluet yang telah ditempelkan. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga belajar melalui kegiatan praktik yang menyenangkan.


Sama seperti hari-hari sebelumnya, di tengah berlangsungnya kedua program kerja tersebut, Jeje tetap menjalankan tugasnya dalam program kerja Glorifikasi Kegiatan KKN. Ia berkeliling untuk mengabadikan berbagai momen selama kegiatan berlangsung, mulai dari interaksi para “Kakak Tutor” dengan siswa hingga aktivitas belajar yang terjadi di dalam kelas. Dan lagi-lagi, kegiatan dokumentasi itu tidak berhenti ketika kegiatan di sekolah selesai, melainkan terus berlanjut saat pelaksanaan program kerja di perpustakaan.


Memasuki pukul 13.00, Halimah, Ribbie, dan Brenda melaksanakan program kerja Piket Pelayanan Perpustakaan di Perpustakaan Wanarata. Selama kegiatan tersebut berlangsung, Jeje kembali hadir untuk mendokumentasikan setiap aktivitas yang dilakukan. Ketika tiba giliran shift-nya pada pukul 15.00, ia tetap konsisten menjalankan program kerja Glorifikasi Kegiatan KKN. Beberapa anak yang datang ke perpustakaan untuk membaca buku juga tidak luput dari dokumentasinya. Momen ketika mereka memilih, membuka, dan menikmati buku bacaan diabadikan sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.