Pagi hari di Kutaliman dimulai dengan langkah-langkah khidmat menuju Makom Dalem Santri. Kami bersama masyarakat mengikuti kegiatan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu yang telah menanamkan nilai-nilai kebaikan. Dalam hening yang sarat makna, lantunan doa mengalir perlahan, menyatu dengan semilir angin dan dedaunan yang bergetar pelan. Setiap kalimat yang terucap menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan harapan masa depan.


Ketika gelap malam mulai merangkul desa, masyarakat kembali berkumpul dalam kegiatan pengajian. Cahaya lampu dan suara tausiyah menerangi ruang-ruang hati, menghadirkan ketenangan sekaligus penguatan iman. Dalam kebersamaan itu, kami turut larut dalam suasana religius yang hangat dan penuh kekeluargaan.