Dapur Kreativitas: Pemulihan Fisik dan Kedekatan Emosional Bersama Bu Mar (5 Februari 2026)
Setelah kondisi fisik yang sempat menurun drastis kemarin, hari ini kondisi saya mulai menunjukkan perubahan positif meski belum sepenuhnya bugar untuk terjun ke lapangan. Saya memutuskan untuk membatasi aktivitas fisik dan tetap berada di posko guna memaksimalkan masa pemulihan. Namun, berada di posko bukan berarti berhenti produktif. Saya memanfaatkan waktu ini untuk duduk tenang di depan layar, fokus menyelesaikan proses penyuntingan video profil desa. Mengolah ribuan footage yang telah saya kumpulkan menjadi narasi visual yang utuh memberikan kepuasan tersendiri di tengah keterbatasan ruang gerak hari ini.
Menariknya, suasana posko yang lebih tenang hari ini justru membuka ruang komunikasi yang lebih dalam dengan Bu Mar, ibu posko kami yang luar biasa baik. Sembari saya berkutat dengan aplikasi editing, Bu Mar sering menemani dengan obrolan-obrolan ringan yang perlahan menjadi diskusi yang mendalam. Kami berbicara banyak hal, mulai dari sejarah desa, harapan beliau terhadap anak-anak muda di sini, hingga cerita-cerita keseharian warga yang selama ini tidak tertangkap oleh lensa kamera saya.
Obrolan bersama Bu Mar memberikan perspektif baru bagi saya mengenai esensi pengabdian. Terkadang, kita terlalu sibuk mengejar program kerja fisik hingga lupa untuk sekadar duduk dan mendengarkan "suara" dari jantung desa itu sendiri. Lewat penuturan Bu Mar, saya merasa jauh lebih mengenal Desa Badak daripada sekadar yang terlihat di permukaan. Beliau bukan hanya menyediakan tempat bernaung bagi kami, tapi juga telah menjadi sosok ibu yang memberikan kehangatan dan pelajaran hidup berharga selama masa KKN ini.
Hari ini ditutup dengan perasaan yang lebih ringan. Meskipun raga belum bisa kembali bertualang di perbukitan Belik, namun batin saya merasa lebih kaya setelah menyelami cerita-cerita dari Bu Mar. Progress video profil desa pun berjalan signifikan, seiring dengan tenaga yang perlahan kembali pulih. Terkadang, jeda paksa seperti ini memang diperlukan agar kita bisa melihat detail-detail kecil yang terlewatkan dalam keriuhan program kerja.