Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan survei lanjutan terhadap salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) gerabah, yaitu usaha milik Bapak Kasmanto yang berlokasi di Dusun Sambirata, Desa Wanogara Kulon. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam data yang telah diperoleh sebelumnya, khususnya terkait jenis produk unggulan, pola produksi, serta jaringan distribusi yang dijalankan oleh pelaku UMKM gerabah setempat.


Survei dilaksanakan pada malam hari, mulai pukul 21.00 hingga 21.30 WIB, dengan menyesuaikan waktu luang pelaku usaha setelah menyelesaikan aktivitas produksi harian. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN melakukan wawancara langsung guna memperoleh informasi yang lebih rinci mengenai perkembangan usaha gerabah yang telah dirintis secara turun-temurun ini.


Berdasarkan hasil survei lanjutan, diketahui bahwa jenis produk yang paling sering diproduksi meliputi kendil, cetakan serabi, sangan, dan berbagai peralatan dapur berbahan tanah liat lainnya. Produk-produk tersebut diproduksi dalam tiga variasi ukuran, yaitu kecil, sedang, dan besar, guna menyesuaikan kebutuhan dan permintaan pasar yang beragam. Variasi ukuran ini menjadi salah satu strategi pelaku usaha dalam mempertahankan daya saing produk gerabah tradisional di tengah persaingan dengan peralatan rumah tangga modern.


Dari sisi distribusi, UMKM gerabah milik Bapak Kasmanto telah memiliki jaringan pemasaran yang cukup luas. Produk gerabah tidak hanya dipasarkan di wilayah sekitar desa, tetapi juga didistribusikan ke berbagai pasar tradisional di luar daerah, seperti Bumiayu, Wonosobo, Sokaraja, hingga Yogyakarta. Jangkauan distribusi yang luas ini menunjukkan bahwa produk gerabah dari Dusun Sambirata memiliki daya tarik tersendiri dan mampu bersaing di pasar regional.


Melalui survei lanjutan ini, mahasiswa KKN memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi UMKM gerabah di Desa Wanogara Kulon. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pendampingan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam aspek pengembangan produk, peningkatan kualitas, serta perluasan pemasaran berbasis digital di masa mendatang. Dengan demikian, UMKM gerabah lokal diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat desa.