Paketingan, 13 Juli 2026 – Menumbuhkan budaya literasi tidak hanya dilakukan melalui penyediaan buku, tetapi juga dengan menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan sejak usia dini. Semangat tersebut diwujudkan oleh Tim KKN Tematik Literasi 14 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui kegiatan membaca nyaring di PAUD Mutiara Hati 1 Desa Paketingan yang dipadukan dengan lanjutan pengelolaan Perpustakaan Desa Paketingan pada Senin (13/7).


Kegiatan membaca nyaring menjadi salah satu program literasi yang dirancang untuk mengenalkan buku kepada anak-anak melalui cara yang interaktif dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membacakan lima buku cerita dengan ekspresi, intonasi, dan interaksi yang disesuaikan dengan usia peserta didik. Anak-anak tampak antusias mengikuti jalannya cerita, mulai dari mendengarkan, menjawab pertanyaan sederhana, hingga memberikan tanggapan terhadap tokoh dan alur cerita yang disampaikan.


Suasana belajar di PAUD Mutiara Hati 1 pun berlangsung hangat dan penuh semangat. Selain membacakan buku, mahasiswa KKN turut berpartisipasi dalam berbagai aktivitas bersama guru dan peserta didik untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan pengalaman baru bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan ketertarikan mereka terhadap kegiatan membaca sejak usia dini.


Membaca nyaring menjadi sebuah prorgam karena memiliki berbagai manfaat dalam mendukung perkembangan anak. Selain memperkenalkan beragam jenis bacaan, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kemampuan menyimak, memperkaya kosakata, melatih daya imajinasi, serta membangun komunikasi antara pembaca dan pendengar. Melalui interaksi tersebut, membaca tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang membosankan, melainkan menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dinantikan.


Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di PAUD, tim melanjutkan agenda pengelolaan Perpustakaan Desa Paketingan. Fokus kegiatan masih diarahkan pada penyempurnaan penataan koleksi melalui pembuatan nomor panggilan buku. Proses tersebut meliputi penyusunan nomor panggilan sesuai klasifikasi, pencetakan label, pemotongan, hingga penempelan pada setiap buku agar koleksi memiliki identitas yang jelas dan mudah disusun di rak perpustakaan.


Di samping itu, mahasiswa juga kembali melakukan penyortiran berbagai koleksi bacaan sebagai persiapan pelaksanaan program membaca nyaring berikutnya. Buku-buku dipilih berdasarkan kesesuaian tema, tingkat keterbacaan, serta nilai edukatif yang terkandung di dalamnya. Langkah ini dilakukan agar setiap sesi membaca nyaring dapat menghadirkan cerita yang menarik sekaligus memberikan manfaat bagi para peserta.


Rangkaian kegiatan hari ini menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi memerlukan proses yang saling berkaitan. Di satu sisi, anak-anak dikenalkan pada pengalaman membaca yang menyenangkan melalui kegiatan membaca nyaring. Di sisi lain, perpustakaan desa terus dibenahi agar mampu menjadi ruang belajar yang tertata, nyaman, dan mendukung berbagai program literasi yang berkelanjutan.


Seluruh kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh anggota Tim KKN Tematik Literasi 14 Unsoed dengan semangat gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat. Mulai dari berinteraksi bersama anak-anak di PAUD hingga menata koleksi perpustakaan, setiap tahapan menjadi bagian dari komitmen mahasiswa untuk menghadirkan dampak nyata melalui program-program yang telah dirancang.


Ke depan, Tim KKN Tematik Literasi 14 Universitas Jenderal Soedirman akan terus mengembangkan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat Desa Paketingan. Melalui sinergi dengan pemerintah desa, tenaga pendidik, serta pengelola perpustakaan, diharapkan upaya yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat selama masa KKN berlangsung, tetapi juga menjadi fondasi bagi tumbuhnya budaya membaca yang berkelanjutan di Desa Paketingan.