Pada hari ini, kegiatan diawali dengan pelaksanaan koordinasi bersama perangkat desa di Balai Desa terkait penyusunan Surat Keputusan (SK) Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Koordinasi ini bertujuan untuk menyusun dan memfinalisasi draft susunan kepengurusan FPRB yang akan menjadi dasar dalam proses deklarasi serta pengesahan forum pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) II yang dijadwalkan berlangsung pada hari berikutnya. Selama proses koordinasi, tim berdiskusi dengan perangkat desa mengenai komposisi anggota yang dinilai representatif dari berbagai unsur masyarakat agar forum yang dibentuk mampu menjalankan fungsi dan perannya secara optimal dalam upaya pengurangan risiko bencana di desa. Hasil dari kegiatan ini berupa draft sementara SK FPRB yang selanjutnya akan dikoordinasikan kembali bersama Sekretaris Desa dan Kepala Desa untuk memperoleh persetujuan sebelum ditetapkan secara resmi.


Selain kegiatan koordinasi, tim juga melanjutkan pelaksanaan survei By Name By Address (BNBA) sebagai bagian dari proses pengumpulan dan pemutakhiran data kerentanan manusia di desa. Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari ini, tim menyelesaikan proses pembuatan rambu-rambu jalur evakuasi yang akan digunakan sebagai media pendukung kesiapsiagaan bencana di desa. Rambu-rambu tersebut dirancang sesuai dengan standar penunjuk arah evakuasi dan akan dipasang setelah pelaksanaan FGD II. Penundaan pemasangan dilakukan agar lokasi jalur evakuasi serta titik kumpul yang telah disepakati benar-benar sesuai dengan hasil diskusi bersama pemerintah desa dan masyarakat, sehingga informasi yang disampaikan melalui rambu dapat bersifat akurat, efektif, dan mudah dipahami oleh seluruh warga apabila terjadi keadaan darurat.