Pembuatan Buku Saku dan Pemantauan Kesehatan Jiwa Masyarakat
Kegiatan – Pembuatan Buku Saku dan Aksi Pemantauan serta Pencatatan ODGJ dari Rumah ke Rumah
Hari/Tanggal: Senin, 10 Agustus 2026
Waktu: 15.00-16.00 WIB
Tempat: Rumah Sasaran
Peserta: Orang tua atau pendamping ODGJ, serta Mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman Kelompok 171.
Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini berupa penyusunan dan pembuatan buku saku mengenai Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sebagai media edukasi bagi masyarakat. Buku saku disusun berdasarkan informasi kesehatan yang mudah dipahami, meliputi pengertian ODGJ, tanda dan gejala, penyebab, cara perawatan di rumah, dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, serta upaya mengurangi stigma terhadap ODGJ. Mahasiswa KKN melakukan penyusunan materi, desain buku saku, serta penyesuaian isi agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Gripit. Buku saku yang telah selesai selanjutnya dipersiapkan sebagai media edukasi untuk dibagikan kepada kader kesehatan dan keluarga yang memiliki anggota dengan gangguan jiwa.
Tujuan dan Manfaat
Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan media edukasi yang praktis dan mudah dipahami mengenai perawatan ODGJ di lingkungan keluarga. Melalui buku saku ini diharapkan masyarakat, khususnya keluarga dan kader kesehatan, memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai cara merawat ODGJ, pentingnya kepatuhan pengobatan, serta upaya memberikan dukungan psikososial sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup ODGJ dan mengurangi stigma di masyarakat.
Indikator Capaian
Buku saku ODGJ berhasil disusun dan diselesaikan sebagai media edukasi. Materi yang disajikan mencakup informasi dasar mengenai ODGJ, perawatan di rumah, dukungan keluarga, kepatuhan pengobatan, serta langkah-langkah penanganan yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
Kendala
Tidak terdapat kendala selama proses penyusunan dan pembuatan buku saku.
Faktor Pendukung
Keberhasilan kegiatan didukung oleh koordinasi yang baik antara mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman Kelompok 171 dengan kader kesehatan dan perangkat desa. Selain itu, ketersediaan referensi, perangkat pendukung penyusunan buku saku, serta kerja sama antaranggota KKN turut menunjang kelancaran penyelesaian media edukasi.
Rekomendasi
Buku saku ODGJ diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi bagi kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Selain itu, isi buku saku perlu diperbarui secara berkala sesuai perkembangan informasi kesehatan jiwa serta digunakan dalam kegiatan penyuluhan maupun kunjungan rumah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perawatan ODGJ dan mengurangi stigma terhadap gangguan jiwa.