Pada hari ini, Senin, 27 Juli 2026, kegiatan diawali pada pagi hari dengan pengambilan bibit pohon yang nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan program kerja penanaman pohon di Desa Tambaksogra. Kegiatan ini dilakukan dengan mengambil bibit dari lokasi yang telah ditentukan, kemudian dilakukan pengecekan jumlah dan kondisi bibit untuk memastikan bibit siap didistribusikan ke lokasi penanaman. Persiapan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program penghijauan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di Desa Tambaksogra.


Pada malam hari, mahasiswa KKN melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) II di Desa Tambaksogra bersama Pemerintah Desa, BPBD Kabupaten Banyumas, serta perwakilan masyarakat dalam rangka penyusunan dokumen pengurangan risiko bencana desa. Pembahasan difokuskan pada penyusunan jalur evakuasi, titik kumpul, dan sistem peringatan dini sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Selain itu, peserta juga menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan Rencana Aksi Komunitas (RAK) yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.


Diskusi juga mencakup identifikasi berbagai aspek kerentanan, meliputi kerentanan infrastruktur, sosial, ekonomi, dan lintas sektor yang berpotensi terdampak bencana. Seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan berdasarkan kondisi di lapangan sehingga diperoleh kesepahaman mengenai strategi pengurangan risiko bencana yang sesuai dengan kondisi Desa Tambaksogra. Hasil FGD II ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan dokumen kebencanaan desa yang komprehensif dan dapat diterapkan dalam upaya penanggulangan bencana di tingkat desa.