Kegiatan hari ini difokuskan pada upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan air tanah melalui kolaborasi strategis dengan komunitas YSAB. Agenda dimulai dengan sesi sosialisasi mengenai teknologi tepat guna lubang resapan biopori, di mana para pemateri memaparkan pentingnya biopori dalam meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah, mengurangi risiko genangan, serta peranannya dalam konservasi air tanah. Selain itu, dijelaskan pula mengenai manfaat tambahan biopori sebagai sarana pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Pemaparan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teoritis kepada warga agar mereka mampu merawat dan menduplikasi sistem ini secara mandiri di lingkungan masing-masing.


Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan berupa pembuatan biopori secara kolektif di titik-titik lokasi yang telah ditentukan. Dalam tahapan ini, dilakukan proses pengeboran tanah sedalam kurang lebih satu meter menggunakan alat bor manual, yang kemudian diikuti dengan pemasangan pipa paralon yang telah dilubangi sebagai struktur penguat. Seluruh peserta, termasuk mahasiswa dan warga, terlibat langsung dalam pengisian sampah organik ke dalam lubang biopori sebagai aktivator pertumbuhan organisme tanah. Melalui implementasi langsung ini, diharapkan tercipta solusi ramah lingkungan yang berkelanjutan dalam mengatasi masalah drainase sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem tanah di wilayah desa.