Hari Ketiga Program Kerja Membuat Proyek Berbasis Buku Bacaan dan Membaca Nyaring di SDN Karangmangu 04
Pada hari Rabu, 29 Juli 2026, kami kembali melaksanakan sejumlah program kerja yang telah dijadwalkan. Sama seperti hari sebelumnya, program kerja yang mengawali rangkaian kegiatan hari ini adalah Membuat Proyek Berbasis Buku Bacaan: Ayo Buat Jus Jeruk Limau! serta Membaca Nyaring: Bagian-Bagian Tubuhku. Kedua program kerja tersebut kembali kami laksanakan di SDN Karangmangu 04, yang memang menjadi sekolah sasaran untuk pelaksanaan kedua kegiatan tersebut.
Pukul 09.00, “Kakak Tutor” tim A yang terdiri dari Ribbie, Brenda, Jeje, dan Dhevi memasuki ruang kelas 3 untuk memulai program kerja Membuat Proyek Berbasis Buku Bacaan: Ayo Buat Jus Jeruk Limau!. Kegiatan diawali dengan Ribbie yang membacakan buku cerita anak berjudul Ayo Buat Jus Jeruk Limau!. Setelah itu, Dhevi bersama Brenda memperagakan proses pembuatan jus jeruk limau sesuai langkah-langkah yang terdapat di dalam buku.
Agar para siswa dapat ikut merasakan pengalaman secara langsung, dua orang siswa dipersilakan maju ke depan secara bergantian untuk mencoba membuat jus jeruk sendiri dengan bimbingan para “Kakak Tutor”. Ketika kegiatan ini sedang berlangsung, Jeje sibuk bergeser dari satu titik ke titik yang lain untuk melalukan dokumentasi dalam rangka pelaksanaan program kerja Glorifikasi Kegiatan KKN.
Memasuki pukul 10.00, kegiatan di kelas dilanjutkan oleh “Kakak Tutor” tim B yang beranggotakan Brian, Humman, Halimah, dan Otniel. Sebelum memulai kegiatan inti, mereka terlebih dahulu memperkenalkan diri sekaligus mengajak para siswa memainkan games sederhana agar suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Selanjutnya, buku cerita anak berjudul Bagian-Bagian Tubuhku dibacakan kepada para siswa. Setelah sesi membaca nyaring selesai, siswa diminta menempelkan potongan kertas warna-warni berbentuk siluet pancaindra—mata, hidung, mulut, dan telinga—di atas kertas HVS. Mereka kemudian menyusun ulang letak potongan-potongan tersebut agar sesuai dengan posisi yang semestinya, lalu menggambar bagian-bagian pancaindra mengikuti bentuk siluet yang telah ditempel.
Sama seperti sebelumnya, di saat program kerja kedua tersebut berlangsung, Jeje juga tetap menjalankan program kerja Glorifikasi Kegiatan KKN dengan mendokumentasikan seluruh proses kegiatan yang kami laksanakan. Dokumentasi tidak hanya dilakukan selama kegiatan di sekolah berlangsung, tetapi juga berlanjut ketika program kerja di perpustakaan dimulai. Pada pukul 13.00, saat Otniel, Ribbie, dan Humman bertugas melaksanakan Piket Pelayanan Perpustakaan, Jeje kembali hadir untuk mengabadikan berbagai aktivitas yang berlangsung.
Tidak berhenti sampai di situ, ketika memasuki giliran shift kedua pada pukul 15.00, Jeje tetap aktif melakukan dokumentasi di Perpustakaan Wanarata. Padahal pada saat itu, Otniel, Ribbie, dan Humman sudah digantikan oleh Aulia, Dhevi, dan Brian. Sementara itu, di hari Rabu ini Jeje sendiri sedang tidak mendapat giliran untuk piket perpustakaan, tetapi ia tetap datang untuk melakukan kegiatan dokumentasi.
Kegiatan dokumentasi ini amatlah penting, sebab bukan hanya dapat menyimpan jejak-jejak kegiatan program kerja kami, tetapi juga dapat merekam kenangan anak-anak yang datang ke Perpustakaan Wanarata untuk menghidupkan kembali budaya literasi di Desa Karangmangu.