Perkuat Administrasi Koleksi, Pengelolaan Perpustakaan Desa Paketingan Terus Dimatangkan
Paketingan, 24 Juli 2026 – Perpustakaan yang mampu memberikan layanan optimal tidak hanya ditentukan oleh banyaknya koleksi buku, tetapi juga oleh sistem administrasi yang tertata dengan baik. Administrasi koleksi yang lengkap menjadi fondasi penting dalam mendukung proses sirkulasi buku, pendataan aset, serta kemudahan akses bagi masyarakat. Berangkat dari komitmen tersebut, Tim KKN Tematik Literasi 14 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali melanjutkan pengelolaan Perpustakaan Desa Paketingan melalui penyempurnaan administrasi koleksi pada Jumat (24/7).
Sepanjang kegiatan hari ini, mahasiswa KKN memfokuskan seluruh aktivitas pada proses pengelolaan perpustakaan. Berbeda dengan beberapa hari sebelumnya yang dipadukan dengan program literasi di sekolah, kegiatan kali ini sepenuhnya diarahkan untuk menyelesaikan administrasi koleksi perpustakaan sebagai bagian dari upaya membangun sistem layanan yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Kegiatan difokuskan pada penulisan nomor inventaris pada setiap buku koleksi perpustakaan serta pencatatan informasi buku pada kartu peminjaman. Kedua proses tersebut dilakukan secara teliti agar setiap koleksi memiliki identitas yang jelas dan terdokumentasi dengan baik. Informasi yang dicantumkan meliputi data yang diperlukan dalam proses sirkulasi buku sehingga dapat memudahkan pengelola ketika melakukan pencatatan maupun pelayanan kepada pemustaka.
Seluruh anggota tim bekerja secara kolaboratif dengan pembagian tugas yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sebagian mahasiswa bertanggung jawab menuliskan nomor inventaris pada buku, sementara anggota lainnya melengkapi informasi pada kartu peminjaman. Melalui pembagian tugas tersebut, proses administrasi dapat berjalan lebih efektif tanpa mengurangi ketelitian dalam setiap tahapan pekerjaan.
Meskipun terlihat sederhana, pencantuman nomor inventaris memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengelolaan perpustakaan. Nomor inventaris menjadi identitas unik bagi setiap koleksi sehingga memudahkan proses pendataan, pelacakan, hingga pengelolaan aset perpustakaan. Sementara itu, kartu peminjaman yang telah dilengkapi informasi buku akan mendukung proses peminjaman dan pengembalian koleksi agar dapat berlangsung secara lebih sistematis.
Kegiatan administrasi seperti ini sering kali berlangsung di balik layar dan tidak langsung terlihat oleh masyarakat. Namun, keberadaannya menjadi salah satu komponen utama dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang berkualitas. Administrasi yang rapi akan membantu pengelola mengelola koleksi secara lebih efisien sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memanfaatkan berbagai bahan bacaan yang tersedia.
Bagi Tim KKN Tematik Literasi 14 Universitas Jenderal Soedirman, penguatan administrasi perpustakaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun budaya literasi di Desa Paketingan. Perpustakaan yang memiliki sistem pengelolaan yang baik akan lebih siap menjadi ruang belajar yang nyaman, tertib, dan mampu mendukung berbagai program literasi bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara konsisten, mahasiswa KKN berharap proses pengelolaan koleksi yang tengah dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengelola perpustakaan maupun masyarakat Desa Paketingan. Setiap nomor inventaris yang dituliskan dan setiap kartu peminjaman yang dilengkapi menjadi bagian dari fondasi untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih profesional, mudah diakses, dan berkelanjutan.
Ke depan, Tim KKN Tematik Literasi 14 akan terus mendukung penguatan layanan Perpustakaan Desa Paketingan melalui penyelesaian berbagai tahapan pengelolaan koleksi. Dengan sinergi bersama pemerintah desa dan pengelola perpustakaan, diharapkan perpustakaan desa dapat berkembang menjadi pusat literasi yang semakin tertata serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.