Praktek membuat sabun dari tisu secara efisien
Pagi hari dijam 10.00 wib di SD N 1 WINDUJAYA kegiatan hari ini difokuskan pada pelaksanaan praktik inovatif bernama "Sabunku untuk Tanganku", yaitu demonstrasi dan pembuatan sabun dari media tisu. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menciptakan sabun cuci tangan yang praktis, ringan, dan mudah dibawa ke mana saja (portable) untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Proses dimulai dengan menyiapkan bahan-bahan sederhana berupa sabun cair antiseptik, wadah datar, kuas bersih, dan tisu kering yang memiliki tekstur kuat agar tidak mudah hancur saat terkena air.
Tahapan pengerjaannya dilakukan secara teliti dengan cara membentangkan selembar tisu di atas permukaan datar, lalu mengoleskan sabun cair secara merata ke seluruh permukaan tisu menggunakan kuas. Setelah dipastikan seluruh bagian tisu terlapisi sabun, tisu-tisu tersebut kemudian dijemur atau diangin-anginkan hingga benar-benar kering. Setelah kering, tisu yang sudah mengandung sabun ini dipotong menjadi ukuran kecil (seukuran kartu atau saku) dan disimpan dalam wadah kedap udara atau plastik klip kecil agar tetap higienis dan mudah digunakan saat bepergian.
Melalui praktik ini, anak kelas 4 & 5 diajarkan bahwa menjaga kebersihan tangan tidak harus sulit. Sabun tisu ini menjadi solusi cerdas karena pengguna hanya perlu mengambil selembar potongan tisu, membasahinya dengan sedikit air, dan tisu tersebut akan mengeluarkan busa untuk mencuci tangan hingga bersih. Kegiatan berlangsung dengan sangat interaktif dan peserta tampak antusias saat mencoba mempraktikkan cara penggunaan sabun tisu buatan mereka sendiri.
Lalu, dijam 12.30 lanjut ke balai Desa Windujaya menyelesaikan praktik pembuatan sabun, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan kotak saran di area strategis Balai Desa. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung transparansi dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat setempat. Kotak saran ditempatkan di posisi yang mudah dijangkau oleh warga yang datang berkunjung, dengan tujuan memberikan wadah resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan yang membangun secara aman. Pemasangan ini diakhiri dengan koordinasi bersama perangkat desa mengenai mekanisme pengecekan isi kotak secara berkala agar setiap suara warga dapat segera ditindaklanjuti demi kemajuan desa.