Hari ini menjadi hari di mana fokus saya tersedot sepenuhnya ke dalam dunia digital. Kabar baiknya, video profil desa yang telah dikerjakan berhari-hari akhirnya rampung. Namun, rasa lega itu hanya bertahan sekejap karena proyek besar berikutnya sudah menanti: after movie KKN. Dengan deadline yang kian membayangi dan tanggung jawab untuk memberikan hasil dokumentasi terbaik bagi desa dan kampus, saya memutuskan untuk "tancap gas" melakukan proses penyuntingan secara maraton. Seharian penuh, layar laptop menjadi pusat semesta saya.


Ketika malam semakin larut dan seluruh teman-teman posko sudah terlelap, aktivitas saya justru mencapai puncaknya. Begadang menjadi pilihan logis demi mengejar target tayang. Menariknya, saya tidak benar-benar sendirian dalam kesunyian malam. Pak Kades ternyata juga belum tidur; beliau menemani saya di ruang tengah, menciptakan suasana kerja yang tidak lagi terasa membosankan. Kehadiran beliau bukan hanya sekadar teman begadang, melainkan juga pemberi semangat di tengah rasa kantuk yang mulai menyerang.


Suasana semakin hangat ketika beberapa teman Pak Kades ikut bergabung dalam obrolan dini hari tersebut. Di sela-sela jari saya yang sibuk memotong klip dan menyusun transisi video, kami bertukar pikiran mengenai banyak halโ€”mulai dari potensi desa hingga candaan-candaan ringan yang mencairkan suasana. Obrolan spontan seperti ini seringkali memberikan sudut pandang baru yang justru memperkaya narasi dalam video yang sedang saya susun. Melihat bagaimana para tokoh desa ini tetap terjaga dan peduli pada apa yang kami kerjakan, rasa lelah saya seolah terbayar lunas.


Perjuangan di depan layar ini terus berlanjut hingga azan Subuh berkumandang. Setelah memastikan progres after movie berjalan signifikan, barulah saya memutuskan untuk menyudahi hari. Saya menutup laptop dan beristirahat saat matahari pagi mulai bersiap menyapa Desa Badak. Meski jam tidur saya menjadi terbalik, ada kepuasan tersendiri bisa menyelesaikan tugas besar ini sambil tetap menjaga kedekatan sosial dengan perangkat desa hingga waktu subuh tiba.