Pada hari ini Senin 27 Juli 2026, telah dilaksanakan beberapa kegiatan sebagai berikut.


Kegiatan pertama, yaitu pelaksanaan piket di Balai Desa Sikapat. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu kelancaran pelayanan administrasi dan operasional pemerintahan desa. Selama pelaksanaan piket, dilakukan pendampingan terhadap berbagai kebutuhan administrasi, membantu pelayanan kepada masyarakat yang datang ke balai desa, serta mendukung pelaksanaan tugas perangkat desa sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi serta komunikasi antara mahasiswa KKN dengan pemerintah desa.


Kegiatan kedua, yaitu pelaksanaan program kerja ekonomi berupa pendampingan pembuatan QRIS dan GMAPS untuk UMKM yang ada di Desa Sikapat, berikutnya diisi dengan bimbingan belajar bagi anak-anak Desa Sikapat yang diikuti oleh siswa kelas 4 sampai dengan kelas 6 SD. Kegiatan pembelajaran diawali dengan penyampaian materi matematika mengenai pembagian bersusun (porogapit) serta operasi hitung bilangan campuran. Materi diberikan secara bertahap disertai contoh soal dan latihan agar peserta didik dapat memahami konsep serta langkah penyelesaiannya dengan baik. Setelah sesi penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan mengerjakan pekerjaan rumah (PR) secara bersama-sama. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran, tetapi juga mendapat kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai kesulitan yang mereka hadapi dalam belajar.


Kegiatan ketiga, yaitu pembuatan peta risiko bencana dan peta jalur evakuasi Desa Sikapat. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung pengurangan risiko bencana melalui penyusunan informasi spasial yang menggambarkan tingkat risiko bencana di wilayah desa. Proses penyusunan peta diawali dengan pengumpulan dan pengolahan data yang meliputi data ancaman bencana, kerentanan, kapasitas, serta data pendukung lainnya. Selanjutnya dilakukan proses analisis dan pemetaan menggunakan perangkat lunak Arcgis untuk menghasilkan peta risiko bencana yang dapat memberikan gambaran mengenai wilayah dengan tingkat risiko rendah, sedang, hingga tinggi. Hasil peta yang disusun diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pemerintah desa dalam mendukung perencanaan pembangunan, penyusunan program mitigasi, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Desa Sikapat.