"Jadi untuk galonnya ada dua. Galon yang atas itu untuk pupuk kompos dan galon bawah untuk popok organik cair"


Saya selalu kagum dengan penjelasan Lathifa. Dia bisa berbicara di depan umum dengan lancar dan mudah dipahami. Tidak terbata-bata dan a-e-a-e. Saya pun terbiasa seperti itu akan tetapi hanya untuk audiense sejawat. Jika untuk audiense dewasa atau anak-anak saya tidak bisa interaktif. Hanya monolog. Bahasa dan jokes saya tidak masuk.


"Jadi untuk galon atasnya dilubangin. Nantinya air akan turun. Kemudian untuk galon bawah dilubangin dan dipasang keran agar mempermudah saat penggunaan" sambungnya


"Nanti untuk galon atas peetama diisi tanah, lalu limbah sayur dan buah yang sudah dicacah, dan ditutup lagi dengan tanah. Setelah itu disiram EM4 dan air cucian beras."


"Fungsi EM4 untuk mempercepat penguraian, kalaipun tidak ada tidak mengapa. EM4 seperti ini, bisa dibeli di toko pertanian harganya 30ribu" lanjut dia menjelaskan.


Para warga yang hadir sangat antuasias. Mereka begitu serius mendengarkan. Bahkan denhan antusias mereka mengumpulkan sampah organik.


Setelah sesi pemaparan sleeak, dilanjut dengan praktek.


Lathifa mempraktekan sambil menjelaskan.


"Pertama kita tuangkan tanah. Ini silakan ibu dicoba" Latifa dambjl merauk tanah dengan Pancong


Mereka dengan antuasias mengikutinya. Seperti yang kemaren, mereka merauk tanah dengan tangan. Kenapa juga saya kaget, padahal sudah melihat kemaren


"Mbak boleh ditulis atau dicatat ga? Saya sudah tua, mudah lupa"


"Baik bu, nanti saya buatkan"


"Mbak ini untuk air berasnya harus baru atau bagaimana?"


"Untuk air berasnya, air cucian pertama Ibu dan harus masih baru tidak boleh air cucian kemaren"


'Mbak kalau pake air gula bisa ga?'


"Bisa Buk, sebenernya fungsi air beras itu sebagai pakan dari mikroorganisme karena mengandunf glukosa. Kakau Ibunya punya air gula silakan saja ditambahkan

"

"Mbak maaf ya, kalau saya banyak tanya"


Oh iya gapapa bu justru bagus. Saya juga senang.


Kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh antusias.