D-12 Persiapan Logistik dan Pelaksanaan FGD 2 Destana Bersama BPBD
LOGBOOK HARIAN MAHASISWA KKN TEMATIK PERIODE JANUARI-FEBRUARI 2026
Nama: Rangga
NIM / Universitas: J1B023020/Universitas Jenderal Soedirman
Fakultas: Ilmu Budaya
Lokasi KKN: Desa Baseh, Kabupaten Banyumas
Tanggal: Minggu, 18 Januari 2026
Aktivitas: Persiapan Logistik dan Pelaksanaan FGD 2 Destana Bersama BPBD
Waktu: 08.00 – 17.00 WIB & 21.00 – 23.30 WIB
Media: Balai Desa Baseh
Status: Selesai
Aktivitas 1: Persiapan Total Logistik dan Koordinasi Teknis FGD (Sesi Pagi-Sore)
Waktu: 08.00 – 17.00 WIB
Pagi hingga sore hari ini seluruh energi tim tercurah untuk mempersiapkan agenda besar malam nanti, yaitu Focus Group Discussion (FGD) 2. Persiapan dimulai dengan pengecekan akhir berkas-berkas materi, termasuk cetak peta risiko ukuran besar yang akan digunakan sebagai alat peraga utama. Kami juga memastikan kelengkapan alat pendukung seperti proyektor, sound system, dan alat tulis untuk notulensi.
Koordinasi dengan pihak katering/konsumsi dilakukan untuk memastikan sajian snack dan makan malam bagi tamu undangan (narasumber BPBD, Perangkat Desa, RT/RW) tersedia tepat waktu. Tata letak ruangan di Balai Desa kami atur sedemikian rupa menyerupai format round table untuk memfasilitasi diskusi yang interaktif antar-peserta. Segala detail teknis kami pastikan "matang" agar acara berjalan profesional.
Aktivitas 2: Pelaksanaan FGD 2 "Sosialisasi Desa Tangguh Bencana" (Sesi Malam)
Waktu: 21.00 – 23.30 WIB
Malam ini menjadi puncak kegiatan minggu kedua. Tim kami sejatinya telah siap siaga di lokasi sejak pukul 19.00 WIB sesuai jadwal undangan. Namun, realitas lapangan berkata lain karena warga dan sebagian perangkat desa baru hadir memenuhi forum dua jam kemudian, tepatnya pukul 21.00 WIB. Kendati demikian, acara tetap dibuka dengan semangat tinggi mengusung tema "Sosialisasi Desa Tangguh Bencana (Destana) demi Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat".
Diskusi yang dipandu bersama narasumber BPBD Banyumas ini berjalan sangat padat dan komprehensif, membahas 9 poin krusial:
Penentuan Jalur Evakuasi: Menyepakati lokasi jalur evakuasi sementara dan akhir, sekaligus menghitung daya tampung (capacity) tempat evakuasi tersebut.
Kelembagaan: Pembaruan struktur Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan validasi SK Relawan Desa.
Kapasitas Desa: Menganalisis sumber daya yang dimiliki desa untuk penanggulangan bencana.
Kerentanan Ekonomi: Identifikasi aset ekonomi warga yang berisiko.
Kerentanan Infrastruktur: Pemetaan fasilitas umum yang rawan rusak.
Kerentanan Sosial: Pendataan kelompok rentan dalam struktur sosial.
Kerentanan Lintas Sektor: Analisis dampak pada sektor pemerintahan dan lingkungan.
Skenario Ancaman: Simulasi naratif jika bencana terjadi (kapan, di mana, seberapa besar).
Sistem Peringatan Dini: Penyusunan alur informasi bahaya yang cepat dan akurat ke warga.
Refleksi dan Tindak Lanjut
Keterlambatan jam mulai malam ini menjadi pelajaran berharga mengenai "jam karet" dalam dinamika sosial desa, yang menuntut kesabaran dan fleksibilitas kami sebagai fasilitator. Meskipun larut, antusiasme warga dalam menentukan jalur evakuasi menunjukkan kesadaran keselamatan yang mulai tumbuh.
Tindak lanjut segera adalah merekapitulasi seluruh hasil kesepakatan malam ini (jalur, SK, skenario) untuk dituangkan ke dalam Bab 5 Buku Destana yang masih berupa kerangka, serta menyusun laporan kegiatan untuk diserahkan ke DPL.
Dicatat dengan dedikasi tinggi,
Rangga
Mahasiswa KKN Unsoed Desa Baseh