Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati
Apa Itu Pestisida Nabati?
Pestisida yang bersifat nabati adalah pestisida yang menggunakan bahan baku
aktif dari tanaman atau bahan organik lain yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada suatu tanaman
Tanaman lain:
Tanaman yang biasanya cocok sebagai bahan baku pembuatan pestisida mempunyai aroma yang kuat, rasa pahit, tidak disukai oleh serangga hama, dan sering dipakai sebagai tanaman untuk obat yang tradisional atau alami.
- Beberapa contoh tumbuhan: daun pepaya, mimba, saliara, suren, kipait, brotowali, bawang putih, dan jarak pagar.
KANDUNGAN DAUN PEPAYA:
Getah dari tumbuhan pepaya
mengandung banyak enzim protease contohnya yaitu PAPAIN dan kimopapain, serta senyawa lain seperti alkaloid, terpenoid, flavonoid, dan asam amino
yang sangat beracun bagi serangga yang pemakan tumbuhan.
Enzim papain, contohnya, yaitu enzim proteolitik yang dapat memecah protein dan berfungsi
sebagai racun kontak dengan memasuki tubuh hama melalui lubang atau pori yang ada pada tubuh serangga atau hama. Setelah masuk, racun ini menyebar melalui sistem saraf dan mengganggu fungsinya.
KEUNGGULAN PESNAB:
- pestisida ini ramah lingkungan karena tidak merusak struktur tanah maupun organisme menguntungkan yang hidup di dalamnya, seperti cacing tanah dan mikroba dekomposer.
- pestisida nabati daun pepaya tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil panen sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.
- Ketiga, bahan baku yang digunakan mudah diperoleh di lingkungan sekitar desa, serta murah dan praktis dalam proses pembuatannya, sehingga sesuai untuk diterapkan pada skala rumah tangga maupun usaha tani kecil.
HAMA SASARAN:
- S.fruguperda (ulat daun)
- Kutu putih (daun cabai)
- Kutu kebul
TANAMAN
- Cabai
- kangkung
- Tomat
- dan tanaman sayuran lainnya.
1 kg= 10-12 daun
0,5 kg= 500 gram= 5-6 lembar daun.
- usahakan yang tua karena kandungan papainnya lebih vanyak.
FUNGSI SABUN CUCI PIRING
- berfungsi sebagai perekat atau adjuvant. Kehadiran sabun ini sangat penting karena membantu larutan menempel lebih lama pada permukaan daun, sehingga efektivitas pestisida dalam mengendalikan hama meningkat
- 1 liter ekstrak ditambahkan 1 sendok sunlight/deterjen.
- perbandingan 1:1, 1 liter ekstrak daun pepaya ditambahkan 1 liter air.
PENGAPLIKASIAN
- pencegahan: 1 kali seminggu
- serangan berat: 2-3 kali seminggu
- Fokus penyemprotan diarahkan pada bagian bawah daun, karena bagian ini sering menjadi tempat bersembunyinya hama. Untuk serangan hama yang berat, penyemprotan dilakukan setiap tiga hingga lima hari, sedangkan untuk pencegahan cukup dilakukan sekali dalam seminggu.
CARA PENYIMPANAN:
Setelah melalui tahap formulasi, larutan pestisida nabati disimpan dalam wadah tertutup yang diletakkan di tempat teduh. Penyimpanan dengan cara ini dapat menjaga stabilitas larutan sehingga dapat bertahan selama satu hingga dua minggu. Meskipun demikian, efektivitas paling tinggi biasanya dicapai pada empat hari pertama setelah pembuatan. Hal ini disebabkan oleh degradasi senyawa aktif alami yang terjadi seiring berjalannya waktu.
Cara Pembuatan
- Bersihkan dan keringkan daun pepaya sebanyak 500 gram (5-6 lembar daun) untuk 1 liter air
- Potong dan haluskan daun pepaya
- Tambahkan 1 liter air dan peras daun pepaya
- Saring daun pepaya hingga menghasilkan ekstrak
- Tambahkan 1 sedok makan sabun cuci piring (sunlight) atau deterjen
- Larutan direndam semalam (12 jam)
- Larutan hasil penyaringan diaduk rata dan siap disemprotkan dengan perbandingan 1 liter pestisida + 1 liter air
- Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan pada sore hari.