Paketingan, 28 Juli 2026 – Penguatan budaya literasi memerlukan berbagai pendekatan yang saling melengkapi, mulai dari peningkatan kemampuan membaca dan menulis, perluasan partisipasi peserta didik, hingga penyediaan layanan perpustakaan yang mudah diakses masyarakat. Komitmen tersebut kembali diwujudkan oleh Tim KKN Tematik Literasi 14 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (28/7), meliputi program Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan di SMP Negeri 2 Sampang, sosialisasi lomba Cerdas Mengulas Buku di SD Negeri Paketingan 01, serta pelayanan di Perpustakaan Tholabul Ilmi.


Kegiatan diawali di SMP Negeri 2 Sampang melalui program Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan yang diikuti oleh para siswa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN mendampingi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan menulis berdasarkan buku yang telah mereka baca. Siswa diajak memahami isi bacaan, mengenali unsur-unsur penting dalam cerita, kemudian menuangkan kembali gagasan dan pemahamannya ke dalam bentuk tulisan dengan bahasa mereka sendiri.


Selama proses pembelajaran berlangsung, mahasiswa memberikan arahan mengenai cara menyusun alur cerita yang runtut, mengembangkan ide, serta menyampaikan pesan yang terkandung dalam bacaan. Pendampingan dilakukan secara interaktif agar siswa lebih percaya diri dalam mengekspresikan kreativitas melalui tulisan. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya dilatih untuk memahami isi bacaan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berimajinasi, serta mengomunikasikan ide secara tertulis.


Setelah kegiatan di SMP Negeri 2 Sampang tim KKN Tematik Literasi 14 Universitas Jenderal Soedirman melaksanakan sosialisasi lomba Cerdas Mengulas Buku kepada siswa SD Negeri Paketingan 01. Sosialisasi dilakukan sebagai upaya memperkenalkan rangkaian program literasi yang akan diselenggarakan sekaligus mendorong partisipasi peserta didik dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa menjelaskan mekanisme lomba, tahapan pelaksanaan, serta manfaat yang dapat diperoleh siswa melalui pengalaman membaca dan mengulas buku di depan umum.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa semakin termotivasi untuk membaca lebih banyak buku serta berani menyampaikan hasil pemahaman mereka secara lisan. Selain menjadi ajang kompetisi, lomba Cerdas Mengulas Buku juga dirancang sebagai media pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kepercayaan diri peserta didik sejak usia sekolah dasar.


Di sisi lain, pelayanan di Perpustakaan Tholabul Ilmi atau Perpustakaan Desa Paketingan tetap berjalan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terhadap akses bahan bacaan. Mahasiswa KKN membantu proses pelayanan peminjaman dan pengembalian buku sekaligus memastikan administrasi perpustakaan berjalan dengan baik. Kehadiran mahasiswa di perpustakaan diharapkan mampu membantu kelancaran operasional layanan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan lebih nyaman.


Pelayanan perpustakaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian program literasi yang dijalankan selama KKN. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdiskusi, serta pusat berbagai kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok usia.


Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi memerlukan sinergi antara sekolah, perpustakaan, dan masyarakat. Pembelajaran menulis di sekolah membangun kemampuan peserta didik dalam mengolah gagasan, sosialisasi lomba mendorong keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan literasi, sementara pelayanan perpustakaan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap sumber bacaan.


Melalui kolaborasi bersama satuan pendidikan, pengelola Perpustakaan Tholabul Ilmi, serta berbagai pihak terkait, Tim KKN Tematik Literasi 14 Universitas Jenderal Soedirman berharap setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Dengan terus menghadirkan kegiatan yang edukatif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, budaya literasi di Desa Paketingan diharapkan semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.