Pada hari ke-22 KKN, saya kembali melanjutkan proses penyusunan Buku Destana (Desa Tangguh Bencana). Pengerjaan buku ini memang membutuhkan banyak tahapan, mulai dari pengumpulan data, pengolahan, hingga penyusunan dokumen secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang intens serta pembaruan progres setiap hari agar prosesnya tidak terhambat. Pada hari ini saya fokus membantu merapikan dan menyesuaikan data yang sudah terkumpul agar sesuai dengan kebutuhan format buku Destana. Kegiatan ini membuat saya semakin memahami bahwa penyusunan dokumen kebencanaan desa memerlukan ketelitian serta kerja sama tim yang baik.

Sebenarnya, sesuai rencana, hari ini kami akan pergi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas untuk mengambil bibit tanaman yang akan digunakan dalam program kerja penanaman pohon. Namun, sejak pagi hari hujan turun cukup deras di wilayah Banyumas, sehingga kondisi tidak memungkinkan untuk berangkat. Dengan mempertimbangkan cuaca dan kelancaran kegiatan, rencana pengambilan bibit akhirnya ditunda.

Meskipun kegiatan lapangan tidak jadi dilaksanakan, waktu yang ada tetap dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif. Pada malam hari, kami mengadakan briefing kelompok untuk menjadwalkan ulang pengambilan bibit yang direncanakan akan dilakukan keesokan harinya. Selain itu, briefing juga diisi dengan update perkembangan program kerja masing-masing bidang serta pembahasan teknis kegiatan selanjutnya.