Kegiatan: Rapat Koordinasi PKK (09.00 - 10.45) & Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah dan Peningkatan Nilai Jual Produk Ramah Lingkungan melalui Pengemasan dan Branding Lilin Aromaterapi (10.45 - 12.00)


Pada pukul 09.00–10.45 WIB, mahasiswa KKN Unsoed mengikuti Rapat Koordinasi PKK yang dilaksanakan di Balai Desa Plana bersama para kader PKK dan unsur terkait. Kegiatan diawali dengan sambutan serta penyampaian materi dari PKK mengenai program KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual). Dalam sesi ini dibahas pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendidikan seks sesuai usia anak, meskipun topik tersebut masih sering dianggap tabu. Disampaikan bahwa orang tua perlu mengenalkan batasan tubuh anak, bagian mana yang boleh dan tidak boleh disentuh, serta mengajarkan anak untuk berani berbicara apabila merasa tidak nyaman. Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk memantau aktivitas digital anak dan menciptakan suasana rumah yang aman melalui komunikasi terbuka dan penuh kepercayaan. Selanjutnya, bidan desa memberikan sosialisasi terkait kesehatan ibu dan anak, termasuk pemantauan tumbuh kembang anak, pentingnya asupan gizi seimbang, serta perhatian terhadap kesehatan reproduksi. Materi disampaikan secara komunikatif dan disertai diskusi ringan, sehingga peserta dapat berbagi pengalaman sekaligus menambah pemahaman mengenai upaya menjaga kesehatan keluarga.

Memasuki pukul 10.45 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan workshop dari mahasiswa KKN Unsoed. Bidang lingkungan memaparkan sekaligus mempraktikkan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah sebagai bentuk pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bernilai dan ramah lingkungan. Peserta diperlihatkan proses penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pengeringan, sehingga dapat memahami tahapan pembuatannya secara langsung. Setelah itu, bidang ekonomi menyampaikan materi mengenai peningkatan nilai jual produk melalui pengemasan dan branding. Mahasiswa menunjukkan contoh kemasan mika yang telah dirakit beserta produk lilin di dalamnya, sekaligus menjelaskan pentingnya tampilan kemasan, identitas produk, serta strategi sederhana agar produk lebih menarik dan layak dipasarkan. Kegiatan berlangsung interaktif, peserta tampak antusias melihat hasil akhir produk dan workshop ditutup dengan pembagian lilin aromaterapi beserta packaging mika yang sudah dipersiapkan untuk seluruh peserta yang hadir.