Pagi hari di Desa Badak kami awali dengan kegiatan yang penuh energi positif di Posyandu. Kami berkesempatan terjun langsung membantu para kader kesehatan untuk mencatat data kesehatan balita dan lansia. Suasana pagi itu terasa sangat hidup; ibu-ibu desa menyambut kami dengan sangat ramah, seolah kami adalah bagian dari keluarga mereka sendiri. Gelak tawa anak-anak balita yang lucu dan menggemaskan menjadi hiburan tersendiri yang membangkitkan semangat kami untuk memulai hari.


Agenda pendekatan sosial berlanjut dengan sowan ke kediaman Pak RT. Kesan pertama yang kami tangkap adalah keteduhan; beliau merupakan sosok pemimpin lingkungan yang sangat sederhana nan bersahaja. Di sela-sela kegiatan bersosialisasi, kami juga menunaikan ibadah salat Jumat perdana di masjid Desa Badak. Berbaur dalam saf yang sama dengan warga memberikan rasa kedekatan spiritual dan emosional yang semakin memperkuat rasa memiliki kami terhadap desa ini.


Momen puncak keakraban hari ini terjadi saat kami berkunjung ke rumah Pak Kades. Jauh dari suasana formal yang kaku, kami justru disambut dengan pesta kecil yang hangat: bakar-bakar ayam. Makan bersama Pak Kades dan keluarganya menciptakan suasana cair tanpa sekat. Obrolan santai sambil menyantap hidangan lezat ini menjadi bukti nyata bahwa pintu komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah desa dan mahasiswa KKN telah terbuka lebar.


Hari yang produktif ini kami tutup dengan diskusi santai di malam hari bersama Mas Kharisma dan Mas Hafidz dari Karang Taruna. Bertukar pikiran dengan sesama pemuda desa memberikan perspektif baru bagi kami. Semangat kolaborasi sangat terasa dalam obrolan tersebut, menjadi sinyal positif untuk sinergi program kerja ke depannya. Dari pagi hingga malam, Desa Badak telah menunjukkan wajahnya yang paling ramah dan terbuka bagi kami.