Jangrana, 22 Juli 2026 – Budaya literasi tidak hanya dibangun melalui kebiasaan membaca, tetapi juga melalui kemampuan memahami, mengkritisi, merefleksikan, dan mengomunikasikan kembali isi bacaan secara reflektif. Proses tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk cara berpikir yang analitis, memperluas wawasan, serta menumbuhkan keberanian untuk menyampaikan gagasan berdasarkan pemahaman yang diperoleh. Oleh sebab itu, kegiatan literasi tidak berhenti pada interaksi seseorang dengan sebuah buku, tetapi berlanjut pada bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diolah menjadi pemikiran yang bermakna dan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.


Program Cerdas Mengulas Buku hadir sebagai upaya untuk mendorong peserta agar tidak hanya menjadi pembaca yang aktif, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui penyusunan ulasan buku yang mereka baca. Melalui kegiatan ini, siswa Sekolah Dasar kelas 3 diajak untuk memahami isi bacaan secara lebih mendalam, mengidentifikasi gagasan utama, mengevaluasi isi buku secara objektif, serta menyampaikan hasil pemikirannya secara sistematis.


Selanjutnya, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan budaya literasi, pelaksanaan Program Cerdas Mengulas Buku turut didampingi oleh kegiatan pengelolaan perpustakaan serta berbagai aktivitas yang diselenggarakan di lingkungan perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana guna menciptakan ruang baca yang lebih nyaman, tertata, dan ramah bagi pengunjung. Penyediaan fasilitas pendukung, penataan area perpustakaan, serta pembaruan berbagai kebutuhan penunjang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Tidak berhenti di situ, berbagai kegiatan di perpustakaan (fun learning) juga diselenggarakan guna menghidupkan suasana literasi, mendorong partisipasi pengunjung, serta memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang edukasi dan kolaborasi. Melalui sinergi antara program utama dan kegiatan pendukung tersebut, diharapkan perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mengakses bahan bacaan, tetapi juga menjadi ruang yang menumbuhkan minat baca, memperluas wawasan, dan membangun budaya literasi yang berkelanjutan.