Hari yang telah kami nanti-nanti dan persiapkan akhirnya tiba juga. Pada hari Kamis, tanggal 6 Agustus 2026 ini, program kerja Apresiasi Literasi Tingkat Desa: Pesta Literasi Wanarata di Desa Karangmangu akhirnya dapat dilaksanakan.


Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB, di mana, Ribbie dan Halimah menempati area dekat gerbang masuk untuk mengurusi registrasi peserta lomba dan siswa tamu undangan yang akan menjadi penonton. Kala Ribbie dan Halimah sedang menyambut para siswa dan guru pendamping yang datang sambil mencatat kehadiran mereka, Jeje sudah mulai sibuk melakukan dokumentasi dalam rangka pelaksanaan program kerja Glorifikasi Kegiatan KKN. Sementara itu, Dhevi dipusingkan dengan tugasnya mengurusi konsumsi untuk para hadirin, Aulia repot ke sana-kemari mengatur keperluan untuk para peserta lomba.


Kesibukan yang sama juga mendera Humman, Otniel, dan Brian. Mereka tampak fokus menyiapkan tempat, memastikan tidak ada kekurangan apa pun di area, serta mengecek barang-barang yang diperlukan agar tidak ada yang terlupakan. Kemudian, di sekitar pendopo, terlihatlah MC acara kami, Brenda, sedang bersiap-siap untuk menjalankan tugasnya pada hari ini. Mikrofon dan kertas skrip berada di genggaman tangannya, menemaninya dalam berlatih di hadapan kursi-kursi penonton.


Pukul 08.40, usai seluruh peserta lomba, siswa tamu yang menjadi penonton, guru pendamping, para juri, dan tamu undangan tiba di Wanarata, acara pun resmi dimulai. Pembukaan dilakukan oleh Brenda selaku MC, kemudian dilanjut dengan sambutan dari Koordinator Mahasiswa Desa oleh Humman, dan sambutan dari Pak Suparman selaku Kepala Desa Karangmangu. Kemudian, para peserta lomba mendongeng dan menggambar pun dibawa pergi dari kursi penonton untuk diberi briefing sekaligus diberitahu mengenai aturan dan tata tertib lomba. Di saat yang sama, Dhevi, Halimah, dan Jeje membagikan snack konsumsi untuk juri, tamu undangan, guru-guru pendamping, dan para siswa.


Setelahnya, perlombaan pun dimulai. Peserta lomba mendongeng satu persatu maju ke depan pendopo untuk mendongeng di hadapan para penonton. Mereka mendongeng sambil membawa alat peraga yang mereka buat sendiri dari kain flanel dan kertas-kertas berwarna. Para anak itu tampil dengan bersemangat dan percaya diri, suasana di pendopo pun jadi cukup ramai sebab diisi oleh suara peserta lomba yang sedang mendongeng. Berbeda dengan suasana di pendopo yang ramai dan penuh suara, suasana di perpustakaan terasa sunyi nan hening. Sebab tempat tersebut dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan lomba menggambar, sehingga para peserta yang ada di sana pun lebih sibuk memusatkan fokus pada kertas, pensil, dan krayon mereka.


Usai pelaksanaan lomba mendongeng selesai, juri sekaligus narasumber yang kami undang, Kak Arifin Slamet—pendongeng kebanggaan Cilacap—pun maju ke depan pendopo untuk menyampaikan materi seminar mengenai cara mendongeng yang baik sekaligus menyenangkan. Para penonton tampak senang dengan kedatangan beliau, sebab Kak Arifin menyampaikan materi seminarnya dengan pembawaan yang menyenangkan, sehingga anak-anak itu pun jadi tertarik untuk menyimak materi yang dibawakan.


Usai kegiatan seminar selesai, para peserta lomba menyelesaikan gambar yang mereka buat, dan para juri mendiskusikan hasil penilaian mereka, acara perlombaan pun sampai pada tahap pengumuman pemenang lomba. Tiga orang pemenang lomba mendongeng disebutkan namanya dan diminta untuk maju ke depan untuk diberikan piala dan bingkisan hadiah, hal yang sama juga berlaku untuk tiga pemenang lomba menggambar.


Kemudian, sesi penutupan dilakukan oleh MC, disambung dengan kegiatan foto bersama. Setelah para siswa—baik peserta lomba maupun penonton acara—, guru pendamping, juri, dan tamu undangan berpamitan untuk pulang, kami bersembilan pun merapikan kembali Wanarata agar tempat tersebut menjadi bersih dan bisa kembali nyaman untuk digunakan. Lalu, selesai acara, pada pukul 13.00, beberapa anak yang sebelumnya tidak hadir di acara lomba tampak mendatangi perpustakaan untuk membaca buku, maka sebagian dari kami yang belum pulang ke posko pun melaksanakan program kerja Piket Pelayanan Perpustakaan.


Usai anak-anak itu pulang dan Wanarata telah selesai kami bereskan, sebagian dari kami yang masih di Wanarata—Halimah, Jeje, Humman, Otniel, dan Brian—pun akhirnya dapat pulang ke posko KKN kami.


Dan, dengan demikian, program kerja Apresiasi Literasi Tingkat Desa: Pesta Literasi Wanarata kami pun dapat dinyatakan telah selesai dilaksanakan. Kami berharap program kerja apresiasi literasi ini dapat menyemaikan bibit minat dan semangat anak-anak desa dalam meningkatkan kualitas literasi mereka, agar nantinya, mereka dapat tumbuh menjadi masyarakat yang cerdas dan memajukan Desa Karangmangu dengan prestasi mereka yang membanggakan.