Kegiatan Gerak Aktif Masyarakat dilaksanakan melalui senam pagi bersama warga Desa Gandatapa. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat. Warga mengikuti senam dengan antusias sehingga kegiatan berlangsung dengan lancar. Selain meningkatkan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan di lingkungan desa. 


Kemudian kami mengikuti kegiatan Kelas Ibu Hamil yang diselenggarakan di desa sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapan ibu selama masa kehamilan hingga persalinan. Materi yang diberikan meliputi pentingnya kesehatan lingkungan (kesling), seperti menjaga kebersihan rumah, sanitasi, ketersediaan air bersih, dan pengelolaan sampah untuk mencegah penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Selain itu, peserta memperoleh edukasi mengenai ASI eksklusif, yang mencakup manfaat, teknik menyusui yang benar, serta pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Materi Keluarga Berencana (KB) juga disampaikan sebagai persiapan pascapersalinan, meliputi manfaat pengaturan jarak kehamilan, jenis-jenis alat kontrasepsi, serta pemilihan metode KB yang sesuai dengan kondisi ibu. Kegiatan turut mencakup pendampingan pengisian Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) agar ibu hamil memahami cara mencatat perkembangan kehamilan, jadwal pemeriksaan, dan informasi penting lainnya sebagai sarana pemantauan kesehatan ibu dan janin. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab.


Kemudian survei kebencanaan kedua dilaksanakan secara door to door kepada masyarakat di RW 3 Desa Gandatapa dengan cakupan RT 1 hingga RT 6. Kegiatan dilakukan melalui wawancara langsung kepada warga untuk mengidentifikasi kejadian bencana yang pernah terjadi, berupa cuaca ekstrem berupa angin kencang serta tanah longsor. Informasi yang dihimpun meliputi lokasi kejadian, dampak yang dirasakan masyarakat, jenis kerugian, serta kondisi wilayah yang berpotensi menimbulkan risiko bencana. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah terdampak mengalami kejadian cuaca ekstrem berupa angin kencang yang sering menyebabkan atap rumah warga terangkat dan beberapa terbang, serta beberapa titik juga memiliki kerawanan terhadap tanah longsor. Titik longsor paling banyak ditemukan di wilayah RT 2 dan RT 5 karena lokasinya berdekatan dengan area lereng sehingga memerlukan perhatian lebih dalam upaya mitigasi bencana.