Hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata pada Kamis, 8 Januari 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan awal yang cukup krusial dalam proses pengenalan program dan lingkungan KKN. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini diarahkan untuk membangun koordinasi dengan pihak desa, memperoleh pendampingan awal dari dosen pembimbing lapangan, serta menjalin interaksi sosial dengan masyarakat sekitar. Setiap aktivitas dilakukan secara berurutan dan disesuaikan dengan agenda harian yang telah direncanakan.

Kegiatan pagi hari diawali dengan kunjungan ke balai desa untuk melaksanakan presentasi rencana program kerja KKN. Kehadiran tim di balai desa disambut oleh perangkat desa yang memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan mahasiswa selama masa pengabdian. Presentasi disampaikan secara terstruktur dengan memaparkan gambaran umum program kerja, tujuan pelaksanaan, serta bentuk kegiatan yang direncanakan untuk dilaksanakan di desa. Penyampaian program kerja ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai arah kegiatan KKN sekaligus sebagai sarana penyamaan persepsi antara mahasiswa dan pihak desa.

Pelaksanaan presentasi berlangsung dalam suasana yang tertib dan kondusif. Setiap poin program dijelaskan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan desa setempat. Tanggapan dan masukan yang disampaikan oleh perangkat desa menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyempurnaan rencana kegiatan. Proses diskusi yang terjadi menunjukkan adanya keterbukaan serta dukungan dari pihak desa terhadap pelaksanaan KKN, sehingga memberikan motivasi tersendiri bagi tim untuk menjalankan program secara optimal.

Setelah kegiatan di balai desa selesai, tim kembali ke posko. Waktu siang dimanfaatkan untuk istirahat, salat, dan makan (isoma) sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi fisik dan kesiapan mental sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya. Suasana di posko relatif tenang dan digunakan untuk menyesuaikan kembali agenda harian dengan hasil kegiatan pagi hari. Pemanfaatan waktu isoma ini menjadi penting agar seluruh anggota tim tetap berada dalam kondisi yang prima selama menjalankan rangkaian kegiatan KKN.

Pada sore hari, posko KKN menerima kunjungan dari Dosen Pembimbing Lapangan. Kehadiran DPL menjadi momen awal pendampingan akademik dalam pelaksanaan KKN di desa. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk menyampaikan gambaran umum kegiatan yang telah dilaksanakan, kondisi lingkungan desa, serta rencana program kerja yang akan dijalankan ke depannya. Diskusi berlangsung secara terbuka dengan suasana yang santai namun tetap berfokus pada pembinaan dan evaluasi awal.

Arahan yang diberikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan menekankan pentingnya sikap profesional mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Perhatian diberikan pada aspek etika berkomunikasi, kedisiplinan dalam menjalankan program, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika sosial di desa. Masukan yang disampaikan menjadi pedoman bagi tim dalam menyusun langkah-langkah pelaksanaan kegiatan KKN agar tetap sejalan dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat.

Menjelang sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi bersama warga yang tinggal di sekitar posko. Interaksi dilakukan secara informal melalui obrolan santai yang membahas kehidupan sehari-hari dan kondisi lingkungan desa. Kegiatan ini menjadi sarana awal untuk membangun kedekatan emosional serta memperkenalkan keberadaan mahasiswa KKN kepada masyarakat sekitar secara lebih personal.

Silaturahmi yang terjalin memberikan pengalaman berharga dalam memahami karakter dan kebiasaan masyarakat setempat. Respons warga yang ramah dan terbuka menciptakan suasana yang hangat serta menumbuhkan rasa nyaman bagi mahasiswa KKN. Hubungan sosial yang mulai terbentuk pada hari kedua ini diharapkan dapat menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan seluruh program kerja KKN selama masa pengabdian berlangsung.