Kami kali ini mengikuti tradisi sadranan. Sadranan diambil dari kata sadran yang berarti bulan Syaban dalam kalender hijriah. Biasanya warga sini akan berziarah dan membersihkan makam selama bulan Syaban. Baik makam keluarga maupun makam tokoh penting zaman dulu.


Acara ini dimulai dengan membaca doa dan dzikir di makam dan diakhiri dengan acara makan-makan. Para warga akan memasak di rumah masing-masing lalu masakannya akan dikumpulkan dan dibagikan.


Budaya ini sudah berlangsung sejak lama. Tujuannya adalah sebagai bentuk penghormatan atas jasa leluhur dan sebagai pengingat akan kematian. Mungkin hal ini akan menjadi kontroversi bagi warga kota apalagi di zaman modern ini.