Jejak Pengabdian: Mitigasi dan Kelompok Wanita Tani
Hari ini, Kelompok 19 KKN melanjutkan misi pengabdian dengan memfokuskan diri pada penguatan mitigasi kebencanaann kewilayahan dan pengembangan ekonomi pada sektor pertanian. Langkah kami dimulai dengan menyambangi Kepala Dusun 3 untuk berdiskusi mendalam mengenai pemetaan batas wilayah desa serta pemetaan risiko kebencanaan yang mungkin dihadapi warga. Melalui dialog tersebut, kami tidak hanya memahami tentang batas administratif secara geografis, tetapi juga memahami pentingnya pengendalian risiko bagi masyarakat untuk membangun ketahanan desa yang lebih adaptif dan sigap terhadap potensi bencana. Hal ini ditujukan sebaga upaya dalam memahami secara mendalam kondisi wilayah, khususnya dalam aspek kebencanaan.
Setelah mendalami aspek kewilayahan, semangat kolaborasi kami berlanjut bersama Kelompok Wanita Tani (KWT). Kami terlibat dalam sesi diskusi mengenai perencanaan pengembangan pertanian dan alternatif usaha tani. Melalui diskusi ini, kami berupaya menjadi jembatan informasi bagi KWT untuk mulai mengadopsi teknik bercocok tanam yang lebih efisien dan inovatif. Bagi kami, ini bukan sekadar bicara tentang bibit atau metode tanam, melainkan tentang menanamkan optimisme bahwa melalui pertanian yang dikelola dengan baik, kesejahteraan keluarga dan ketahanan pangan desa dapat ditingkatkan secara mandiri.
Informasi yang kami dapatkan akan menjadi salah acuan dalam pelaksanaan program kerja. Setiap diskusi yang terbangun hari ini adalah awal dari pertumbuhan dan perubahan positif bagi masa depan desa yang lebih tangguh dan ber
daya.