Hari Kedua puluh sembilan KKN di Desa Kutaliman
Kegiatan pada hari kedua puluh sembilan, Rabu, 4 Februari 2026, difokuskan pada keterlibatan langsung mahasiswa KKN dalam kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan di tingkat RW. Pada hari ini, mahasiswa mengikuti dan membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu di RW 1, yang menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program kesehatan ibu dan anak di Desa Kutaliman.
Sejak pagi, kegiatan Posyandu telah dipersiapkan bersama kader Posyandu dan pihak terkait. Mahasiswa KKN turut membantu dalam proses pelaksanaan kegiatan, mulai dari pendampingan peserta hingga membantu alur pelayanan agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Adapun layanan yang diberikan dalam kegiatan Posyandu ini meliputi penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala, serta pengukuran lingkar lengan sebagai indikator pertumbuhan dan status gizi anak. Seluruh proses pengukuran dilakukan secara bertahap dan dicatat untuk keperluan pemantauan perkembangan anak.
Selain pemeriksaan untuk balita, kegiatan Posyandu juga mencakup pemeriksaan kesehatan bagi ibu, seperti pengukuran berat badan dan pemeriksaan tekanan darah (tensi). Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan ibu secara umum serta sebagai langkah awal dalam deteksi dini terhadap potensi masalah kesehatan. Mahasiswa KKN berperan membantu mendampingi ibu-ibu selama proses pemeriksaan, sekaligus memastikan alur kegiatan berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.
Dalam kegiatan Posyandu ini juga dilakukan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada peserta, khususnya untuk balita dan anak-anak. Pembagian MBG menjadi bagian penting dalam upaya pemenuhan asupan gizi, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap program peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat. Mahasiswa KKN turut membantu dalam proses pendistribusian MBG agar dapat diterima dengan tertib dan merata.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan Posyandu RW 1, mahasiswa KKN memperoleh pengalaman langsung mengenai pelaksanaan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Kegiatan ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari pendamping masyarakat, tidak hanya dalam program pembangunan dan kebencanaan, tetapi juga dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan sosial.