Koordinasi Multi-Pihak untuk Pembangunan Desa dan Pendampingan Langsung Peningkatan Kapasitas UMKM
Hari ini, tim melaksanakan dua agenda utama yang berfokus pada aspek perencanaan strategis di tingkat pemerintahan dan implementasi pemberdayaan ekonomi secara langsung di lapangan.
1. Menghadiri Rapat Koordinasi dengan Kormades, Dosen Koordinator Kabupaten, dan Pihak Kecamatan
Kegiatan diawali dengan menghadiri Rapat Koordinasi yang menghadirkan perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan, yaitu Koordinator Mahasiswa Desa (Kormades), Dosen Koordinator Tingkat Kabupaten, dan Pihak Kecamatan yang diwakili oleh Sekretaris Camat (Sekcam). Rapat ini membahas sinkronisasi program kerja, evaluasi capaian, serta penyusunan strategi kolaboratif untuk pembangunan desa ke depan. Kehadiran tim dalam forum ini bertujuan untuk memastikan program yang dilaksanakan di tingkat desa selaras dengan kebijakan dan rencana pembangunan di tingkat kecamatan dan kabupaten, sekaligus memperkuat jejaring dan komunikasi antar-institusi untuk efektivitas yang lebih besar.
2. Pendampingan dan Pelatihan UMKM Perintis Makmur: "Membuat Nastar Menyambut Peluang Bisnis Ramadhan"
Sementara itu, di lapangan, tim secara paralel melakukan pendampingan langsung kepada UMKM "Perintis Makmur". Kegiatan inti berupa pelatihan praktik membuat kue Nastar yang difokuskan untuk menyambut momentum peningkatan permintaan konsumsi di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Pelatihan tidak hanya mencakup teknik pembuatan dan resep yang menarik, tetapi juga membahas aspek penjaminan mutu, pengemasan yang higienis dan menarik, serta strategi pemasaran sederhana. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan konkret dalam meningkatkan kapasitas produksi, diversifikasi produk, dan daya saing usaha lokal untuk memanfaatkan peluang pasar musiman yang sangat potensial.
Keseluruhan agenda hari ini mencerminkan keseimbangan antara perencanaan makro melalui forum koordinasi dan aksi mikro melalui pendampingan teknis. Hal ini memperkuat fondasi program pemberdayaan yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan langsung warga (seperti pelatihan UMKM), tetapi juga berkelanjutan dan terintegrasi dalam kerangka pembangunan wilayah yang lebih luas.