Menembus Kabut Siang Hari: Catatan Santai di Sudut Desa Badak (27 Januari 2026)
Ada kalanya KKN memberikan kita momen yang begitu tenang, dan hari ini adalah salah satunya. Hari ini Desa Badak seolah diselimuti oleh misteri alam yang indah; kabut turun begitu tebal menyelimuti pemukiman. Fenomena ini menciptakan suasana yang unik, di mana pukul satu siang terasa seperti pukul tujuh pagi. Cahaya matahari yang temaram tertutup kabut memberikan kesan syahdu sekaligus dingin, memaksa siapa pun untuk menarik napas lebih dalam dan menikmati ritme desa yang melambat.
Saya memutuskan untuk memanfaatkan suasana ini dengan jalan-jalan santai keliling desa. Berjalan di tengah kabut memberikan perspektif berbeda terhadap lingkungan yang setiap hari saya lalui. Di sela waktu santai tersebut, saya tetap membawa tanggung jawab digital saya. Sambil duduk menikmati suasana, saya melanjutkan proses editing konten dan melakukan backup data secara berkala. Di tengah kapasitas penyimpanan ponsel yang kian menipis akibat dokumentasi yang melimpah, momen santai seperti inilah yang paling tepat untuk merapikan aset digital agar tidak ada memori yang terlewatkan.
Interaksi sosial hari ini pun terjalin secara spontan dan tanpa sekat. Saat sedang duduk di sebuah warung, saya bertemu dengan anak-anak desa yang kebetulan lewat. Kami bermain santai, berbagi tawa, dan mengobrol ringan. Kepolosan dan keceriaan mereka selalu menjadi energi tambahan yang menyenangkan di tengah rutinitas pengabdian. Tidak ada agenda formal, tidak ada proker yang mengejar; hanya ada interaksi tulus antara mahasiswa dan warga kecil desa di bawah naungan kabut tipis.
Hari ini benar-benar menjadi definisi "hari santai" yang berkualitas. Tanpa jadwal yang padat, saya bisa lebih meresapi keberadaan saya di desa iniโbukan hanya sebagai mahasiswa yang menjalankan tugas, tapi sebagai bagian dari denyut nadi kehidupan warga. Hari ditutup dengan perasaan tenang, diiringi hawa dingin yang kian menusuk saat kabut tak kunjung beranjak hingga malam tiba.