Monitoring dan evaluasi ketiga untuk program "Rumah Hijau Terpadu" difokuskan pada penanganan serangan hama serta pemeliharaan infrastruktur drainase mikro pasca-cuaca ekstrem. Kegiatan diawali dengan aplikasi pestisida nabati secara intensif pada komoditas cabai guna menekan populasi kutu daun (Myzus persicae) yang mulai menghambat pertumbuhan tunas muda, di mana penggunaan bahan alami ini dipilih untuk menjaga ekosistem lahan tetap organik dan aman bagi lingkungan. Secara paralel, dilakukan inspeksi terhadap lubang resapan biopori untuk memastikan fungsinya tetap optimal setelah diguyur hujan lebat semalam; pengecekan ini bertujuan untuk menjamin bahwa pori-pori tanah tidak tersumbat sedimen sehingga air dapat meresap dengan cepat ke dalam tanah, mencegah genangan yang berpotensi merusak perakaran tanaman, serta menjaga cadangan air tanah di area "Rumah Hijau Terpadu".