Belajar Flowchart & Main ke Pabrik Tempe
Hari ini kami belajar memahami "proses" dari dua dunia yang beda banget: dunia komputer dan dunia kuliner.
Pagi-pagi kami sudah standby di SMPN 4 Wadaslintang buat mengajar Coding kelas 7. Kali ini kami nggak langsung ajak siswa ngetik kode, tapi mundur selangkah dulu buat belajar fondasinya: Flowchart.
Awalnya mereka sempat bingung melihat simbol-simbol kotak, belah ketupat, dan panah di papan tulis. Tapi pas kami kasih contoh pakai logika sehari-hari—misalnya "Flowchart Cara Masak Mie Instan"—suasana kelas langsung cair. Ternyata seru banget melihat mereka berdebat soal urutan logika, kayak "kapan air mendidih" atau "kapan bumbu masuk". Di sini mereka belajar kalau sebelum action, perencanaan alur itu wajib hukumnya.
Siangnya, kami ganti suasana drastis. Dari papan tulis ke uap panas dapur, kami berkunjung ke Rumah Produksi Tempe milik warga.
Di sini kami melihat langsung proses di balik makanan "sejuta umat" ini. Mulai dari mencuci kedelai, merebus, sampai proses peragian yang butuh feeling pas. Ternyata bikin tempe itu nggak sesimpel yang dikira, salah sedikit di suhu atau kebersihan, jamurnya bisa gagal tumbuh. Ngobrol sama pemiliknya juga kasih kami banyak insight soal ketelatenan menjaga kualitas usaha rumahan.