Hari kedua puluh satu kembali diawali dengan aktivitas di balai desa. Seperti hari sebelumnya, kegiatan dimulai dengan piket di balai desa untuk membantu pengelolaan website desa. Piket dimanfaatkan untuk memperbarui informasi kegiatan, merapikan dokumentasi yang belum terunggah, serta memastikan tampilan website tetap informatif dan mudah dipahami. Aktivitas ini menjadi bagian dari dukungan terhadap administrasi desa sekaligus dokumentasi resmi kegiatan KKN.

Setelah kegiatan di balai desa selesai, agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke makam santri. Kunjungan ini dilakukan untuk melakukan survei sekaligus melihat sejarah yang berkaitan dengan lokasi tersebut. Selama berada di lokasi, dilakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan sekitar makam serta penggalian informasi mengenai latar belakang dan nilai historisnya. Kegiatan ini memberikan pemahaman tambahan mengenai sejarah lokal yang menjadi bagian dari identitas desa.

Agenda berikutnya adalah kunjungan ke salah satu UMKM, yaitu usaha makaroni keju. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas terkait pelabelan produk. Diskusi dilakukan secara langsung dengan pelaku UMKM mengenai kebutuhan label,informasi yang perlu dicantumkan, serta kemungkinan pengembangan tampilan produk agar lebih menarik dan mudah dikenali. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan nilai jual produk lokal melalui pengemasan yang lebih baik.

Menjelang sore hingga malam hari, waktu dimanfaatkan untuk menyicil pembuatan Buku Destana (Desa Tangguh Bencana). Penyusunan buku dilakukan dengan merangkum hasil kegiatan, data lapangan, serta informasi yang berkaitan dengan upaya peningkatan kesiapsiagaan desa terhadap bencana. Proses penulisan dilakukan secara bertahap agar isi buku tersusun dengan rapi dan sesuai dengan tujuan penyusunan.