Kegiatan KKN hari ke-25 lebih berfokus pada bidang ekonomi dan branding UMKM. Pada siang hari, kami pergi ke salah satu UMKM lokal yaitu Kopi Kutaliman untuk membantu promosi dan pemasaran melalui media sosial. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mendukung pelaku usaha lokal agar lebih dikenal luas, khususnya melalui platform digital yang saat ini banyak digunakan masyarakat.

Sesampainya di lokasi, kami mengamati tempat usaha tersebut sekaligus mulai menyusun konsep konten promosi. Kopi Kutaliman memiliki tempat yang cukup luas, suasana nyaman, serta menu makanan dan minuman yang terjangkau dengan rasa yang enak. Hal ini menjadi nilai tambah yang kami tonjolkan dalam konten promosi. Kami membuat video branding yang kemudian diunggah ke akun TikTok kelompok sebagai media promosi digital UMKM tersebut.

Selain membuat video, kami juga melakukan live TikTok secara langsung dari lokasi. Dalam siaran langsung tersebut, kami berinteraksi dengan penonton, termasuk beberapa anak SD yang sebelumnya sudah mengenal kami dari kegiatan sosialisasi di sekolah. Suasana live terasa santai, akrab, dan menyenangkan karena diisi dengan obrolan ringan seputar kegiatan KKN dan pengalaman hari itu. Kegiatan branding ini terasa seru karena tidak hanya belajar mengenai pemasaran digital, tetapi juga melatih kepercayaan diri dalam berkomunikasi di depan publik.

Namun, karena cuaca mulai terlihat mendung, kami memutuskan untuk segera kembali ke posko agar tidak kehujanan di perjalanan. Setibanya di posko, kami beristirahat sejenak sambil mengobrol santai dan mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan.

Pada pukul 19.00 malam, seluruh anggota kelompok kembali berkumpul untuk melanjutkan pekerjaan yang cukup penting, yaitu mengerjakan laporan akhir KKN serta penyusunan buku Destana secara bersama-sama. Suasana pengerjaan terasa menyenangkan karena dilakukan secara gotong royong, saling membantu melengkapi bagian yang masih kurang. Agar suasana tidak terlalu tegang, kami juga kembali melakukan live TikTok secara interaktif sambil mengerjakan tugas, sehingga terasa lebih santai namun tetap produktif.

Kegiatan malam itu berjalan dengan penuh semangat, meskipun cukup melelahkan. Karena waktu sudah semakin larut, kami memutuskan untuk menghentikan pengerjaan buku meskipun belum sepenuhnya selesai. Namun, progres yang dicapai hari ini sudah cukup baik dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.