Hari keenam dilalui dengan kondisi kesehatan yang kembali menurun. Tubuh yang sebelumnya mulai beradaptasi justru memberi isyarat untuk berhenti sejenak. Oleh karena itu, penulis tidak dapat mengikuti rangkaian kegiatan bersama rekan-rekan KKN dan memilih untuk menjalani istirahat penuh di posko.

Di dalam keheningan posko, waktu berjalan lebih lambat. Hari ini menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu hadir dalam bentuk kehadiran fisik di lapangan, melainkan juga dalam keputusan untuk menjaga diri agar tidak melampaui batas kemampuan. Istirahat menjadi pilihan yang sunyi, namun perlu, demi keberlanjutan peran di hari-hari berikutnya.