1. Gerak Aktif Masyarakat

Melaksanakan kegiatan Gerak Aktif Masyarakat melalui partisipasi dalam gotong royong revitalisasi jembatan desa, pengecoran jalan, serta membantu kegiatan memasak untuk mendukung kelancaran pelaksanaan gotong royong. Kegiatan revitalisasi jembatan dan pengecoran jalan bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur desa sehingga akses dan mobilitas masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman. Selain itu, keterlibatan dalam persiapan konsumsi bersama mencerminkan semangat kebersamaan dan kerja sama antarwarga. Melalui kegiatan ini, terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa KKN dan masyarakat serta tumbuh partisipasi aktif dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.


2. Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tentang Dana Desa

Kegiatan sosialisasi mengenai Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dalam pengelolaan Dana Desa telah dilaksanakan dengan menyasar perangkat desa, tokoh masyarakat perempuan, dan perwakilan warga. Acara diawali dengan registrasi peserta dan sambutan dari Pak Kirno selaku pemateri menekankan pentingnya transparansi anggaran demi membangun kepercayaan masyarakat. Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif, di mana warga aktif meminta klarifikasi mengenai hak akses dokumen desa agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama. Melalui sosialisasi ini, perangkat desa dan masyarakat kini memiliki kesepahaman yang sama mengenai hak serta batasan akses informasi publik.


3. Survey Kebencanaan

Kegiatan survey kebencanaan dilakukan secara door to door untuk mewawancarai secara langsung rumah yang terdampak bencana alam, khususnya longsor. Survey ini dilakukan untuk mengetahui aspek kerentanan dari masyarakat yang tinggal di daerah terkonsentrasi bencana, pertanyaan tersebut meliputi nama responden, jumlah anggota keluarga, jumlah kk dalam satu rumah, jumlah disabilitas dan lansia, serta radius bencana. Data-data tersebut sangat dibutuhkan sebagai inventaris Desa demi mewujudkan Desa Gandatapa yang tangguh terhadap bencana.