Pada hari ke-34 pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Durensawit, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, kegiatan difokuskan pada rangkaian akhir pelaksanaan KKN, mulai dari pamitan kepada lembaga pendidikan, penarikan mahasiswa, pembersihan posko, hingga penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Kegiatan ini menjadi bagian dari tahap penyelesaian seluruh program kerja yang telah dilaksanakan sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban dan penutupan kegiatan KKN.

  1. Pamitan ke SD, TK, dan PAUD. Pada pukul 07.30 WIB, tim melakukan kunjungan ke SD, TK, dan PAUD yang sebelumnya menjadi mitra dalam pelaksanaan berbagai program kerja. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pamitan sekaligus ucapan terima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik yang telah menerima serta mendukung mahasiswa selama menjalankan kegiatan KKN. Tim juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan kesempatan yang telah diberikan dalam melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan dan kesehatan bersama peserta didik. Selain itu, kegiatan pamitan menjadi kesempatan untuk menyampaikan harapan agar program dan media edukasi yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan KKN berakhir. Suasana kegiatan berlangsung dengan hangat dan penuh kekeluargaan sebagai penutup dari rangkaian kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN.
  2. Penarikan Mahasiswa KKN Unsoed di BAPPEDA Wonosobo. Pada pukul 09.00 WIB, mahasiswa mengikuti kegiatan penarikan KKN Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang dilaksanakan di BAPPEDA Kabupaten Wonosobo. Kegiatan penarikan menjadi tanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN secara resmi di wilayah Kabupaten Wonosobo. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengikuti rangkaian acara penarikan bersama pihak universitas dan pemerintah daerah. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi dan merefleksikan berbagai pengalaman yang telah diperoleh selama menjalankan program pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, dan memahami berbagai kondisi yang terdapat di lingkungan masyarakat.
  3. Bersih-Bersih Posko. Pada pukul 09.00 WIB, sebagian anggota tim melaksanakan kegiatan bersih-bersih posko yang selama pelaksanaan KKN digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus pusat koordinasi kegiatan. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh dengan menyapu dan mengepel ruangan, membersihkan area sekitar posko, merapikan barang dan perlengkapan, serta mengumpulkan sampah untuk dibuang pada tempatnya. Barang-barang yang sebelumnya digunakan untuk mendukung program kerja juga ditata dan diperiksa kembali. Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa untuk mengembalikan kondisi posko dalam keadaan bersih dan rapi sebelum meninggalkan Desa Durensawit.
  4. Pembuatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Pada pukul 09.30 WIB, tim melanjutkan penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) sebagai bagian dari tahap akhir kegiatan KKN. Penyusunan dilakukan dengan mengumpulkan dan merapikan data dari seluruh program kerja yang telah terlaksana, melengkapi dokumentasi kegiatan, serta menyusun uraian mengenai pelaksanaan dan hasil dari masing-masing program. Tim juga melakukan pengecekan kembali terhadap kelengkapan informasi agar laporan yang dibuat dapat menggambarkan seluruh kegiatan secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. LPJ menjadi bentuk dokumentasi sekaligus pertanggungjawaban atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama masa KKN di Desa Durensawit.

Secara keseluruhan, kegiatan pada hari ke-34 menjadi bagian dari rangkaian penutupan pelaksanaan KKN di Desa Durensawit, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Mulai dari pamitan kepada pihak sekolah, penarikan mahasiswa secara resmi, membersihkan posko, hingga menyelesaikan LPJ, seluruh kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab atas berakhirnya masa pengabdian. Berbagai pengalaman dan interaksi dengan masyarakat selama KKN menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa, terutama dalam meningkatkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, serta berkontribusi secara langsung kepada masyarakat.