Hari 30
Pada hari ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan serangkaian kegiatan yang berfokus
pada bidang administrasi pemerintahan, kesehatan, gizi masyarakat, serta pendidikan anak di Desa Paseh.
Kegiatan diawali dengan piket desa di Kantor Desa Paseh mulai pukul 09.00 WIB. Dalam kegiatan ini,
mahasiswa membantu perangkat desa memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat, seperti
melayani pembuatan surat pengantar, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), surat keterangan
kehilangan, serta membantu proses administrasi lainnya. Selain itu, mahasiswa juga membantu penataan
arsip dan mendukung kelancaran pelayanan publik sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan
secara cepat, tertib, dan efektif.
Selanjutnya, mahasiswa melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu dan Integrasi Layanan
Primer (ILP) yang bertempat di GOR Desa Paseh. Kegiatan ini melibatkan kader posyandu, tenaga
kesehatan, ibu balita, serta masyarakat setempat. Mahasiswa membantu proses registrasi peserta,
penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, pencatatan hasil pemeriksaan, serta
mendampingi pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu dan anak. Melalui kegiatan ini
diharapkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya balita dan ibu, dapat berjalan dengan
baik serta mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Desa Paseh.
Sebagai bagian dari program pencegahan dan penanganan stunting, mahasiswa juga melaksanakan
kegiatan pemanfaatan bahan pangan lokal untuk mengatasi stunting melalui pembuatan nugget
berbahan dasar ikan lele. Proses pembuatan dilakukan bersama kader kesehatan dengan memanfaatkan
lele sebagai sumber protein hewani yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Setelah selesai diolah,
nugget lele dibagikan kepada anak-anak yang hadir pada kegiatan Posyandu sebagai contoh pemberian
makanan bergizi berbasis pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada orang tua
bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi menu yang menarik, bergizi, dan ekonomis untuk
memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Pada waktu yang sama, mahasiswa juga menyelenggarakan penyuluhan mengenai kekerasan terhadap
anak, kesehatan reproduksi, serta pemasangan poster edukasi sebagai media informasi bagi
masyarakat. Materi penyuluhan disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh peserta,
khususnya orang tua dan remaja. Poster yang dipasang berisi informasi mengenai bentuk-bentuk
kekerasan, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini, serta langkah-langkah yang dapat
dilakukan apabila terjadi tindak kekerasan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat
dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.
Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan program sosialisasi anti bullying, pendidikan seks (sex
education), dan pengenalan Kotak Suara Anak kepada siswa-siswi MI Desa Paseh. Kegiatan diawali
dengan penyampaian materi mengenai pentingnya menghargai teman, mengenali berbagai bentuk
perundungan (bullying), serta dampak negatif yang ditimbulkan terhadap korban maupun pelaku.
Selanjutnya, siswa diberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang disampaikan sesuai dengan
usia mereka, meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri, mengenali batasan tubuh pribadi, serta cara
melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas. Mahasiswa juga memperkenalkan Kotak Suara Anak
sebagai media bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun permasalahan yang mereka
alami di lingkungan sekolah secara aman dan nyaman. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui
diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif sehingga siswa terlihat antusias mengikuti seluruh
rangkaian kegiatan. Diharapkan melalui program ini tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman,
nyaman, bebas dari perundungan, serta mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.