Kegiatan KKN Desa Limpakuwus Hari Ke-21: Piket Desa, Edukasi Gunung berapi dan Gizi Sehat di SDN 2 Limpakuwus, Sosialisasi Bank Sampah
Kegiatan Piket pemdes hari ini adalah
Input Pembayaran PBB ke Website Desa
Melakukan penginputan data pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ke dalam sistem website desa berdasarkan data yang telah diterima dari petugas. Kegiatan meliputi pengecekan kesesuaian data, memasukkan informasi pembayaran ke sistem, serta memastikan seluruh data yang diinput telah tersimpan dengan benar agar administrasi pembayaran PBB terdokumentasi secara rapi dan akurat.
Membantu Penyusunan dan Penyuntingan Notulensi Rapat serta RAB Kegiatan 17 Agustus
Membantu melakukan penyuntingan (editing) notulensi hasil rapat persiapan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus agar tersusun dengan lebih rapi, sistematis, dan mudah dipahami. Selain itu, membantu menyusun serta merevisi Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan dengan menyesuaikan kebutuhan pelaksanaan, memastikan rincian anggaran telah sesuai dengan hasil pembahasan rapat, serta memeriksa kembali kelengkapan dan ketepatan dokumen sebelum digunakan sebagai acuan pelaksanaan kegiatan.
Lalu siangnya dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi erupsi gunung berapi
Divisi Pendidikan KKN Universitas Jenderal Soedirman melaksanakan edukasi mitigasi bencana erupsi gunung berapi kepada siswa kelas V SD Negeri Limpakuwus 2. Materi yang disampaikan meliputi pengertian gunung berapi, proses erupsi, status gunung api, tanda-tanda erupsi, bahaya erupsi, serta langkah-langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah terjadi erupsi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui demonstrasi miniatur Gunung Slamet yang dibuat menggunakan clay dan dilengkapi miniatur fasilitas desa, seperti rumah, sekolah, klinik, kandang ternak, serta jalan, untuk menggambarkan dampak erupsi terhadap lingkungan sekitar. Selanjutnya dilakukan demonstrasi simulasi erupsi menggunakan campuran soda kue, sabun cair, dan cuka sehingga siswa dapat melihat secara langsung gambaran sederhana proses keluarnya material dari gunung berapi. Kegiatan juga diselingi dengan permainan edukatif berupa word search (mencari kata) dan memory game yang memuat berbagai istilah terkait gunung berapi guna meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan antusiasme siswa dalam pembelajaran mitigasi bencana.
Di waktu yang sama kami mengisi Kegiatan Sosialisasi Gizi Sehat: Tubuh Kuat Pascabencana dilaksanakan di SD Negeri 2 Limpakuwus dengan sasaran siswa kelas III. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan drama edukatif "Tim Makanan Sehat vs Raja Junk Food" sebagai media pembelajaran interaktif mengenai pentingnya memilih makanan bergizi dan menghindari konsumsi makanan cepat saji serta minuman manis secara berlebihan. Setelah itu, dilakukan penyampaian materi mengenai gizi seimbang dan pentingnya menjaga pola makan sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, khususnya dalam menghadapi kondisi pascabencana. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk mengukur pemahaman siswa, dilanjutkan pemberian penghargaan kepada siswa yang aktif berpartisipasi, dan diakhiri dengan penutupan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para siswa sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta membiasakan penerapan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Malamnya Kegiatan yang dilaksanakan berupa sosialisasi program bank sampah kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep dan manfaat bank sampah, jenis-jenis sampah yang dapat dikelola, serta teknik pemilahan sampah organik dan anorganik sesuai dengan karakteristiknya. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah agar proses pengelolaan menjadi lebih efektif dan sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali.
Sosialisasi juga membahas teknis pelaksanaan program bank sampah di desa, mulai dari mekanisme pengumpulan dan penyetoran sampah, proses penimbangan dan pencatatan hasil setoran, hingga penyaluran sampah kepada pihak pengelola atau pengepul. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat memahami alur pelaksanaan program, memiliki kesadaran untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari, serta berpartisipasi aktif dalam mendukung keberlangsungan program bank sampah sebagai upaya mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan bernilai ekonomis.