Pagi buta, saya kembali memulai petualangan sebagai fotografer solo dengan menuju Curug Jajar sendirian. Cuaca pagi yang cerah memberikan pencahayaan alami yang sempurna untuk menangkap kemegahan air terjun tersebut. Kali ini, aliran curug tampak sangat deras dan bertenaga, menciptakan pemandangan yang luar biasa indah sekaligus dramatis. Suara gemuruh air yang jatuh di tengah kesunyian pagi menjadi objek rekaman yang sangat berharga untuk dokumentasi KKN kali ini.


Setelah puas mengeksplorasi alam, fokus lensa saya beralih pada aspek humanis di area sekitar. Saya kembali mengabadikan aktivitas para petani di sawah, namun kali ini saya lebih menekankan pada potret wajah orang-orang desa. Saya berusaha menangkap senyuman tulus dan reaksi-reaksi berharga warga saat berinteraksi, yang bagi saya adalah ruh dari kehidupan di desa ini. Perjalanan kemudian berlanjut ke wilayah Simadu untuk mengambil beberapa dokumentasi di area peternakan, termasuk memotret kandang-kandang warga yang menjadi bagian dari urat nadi ekonomi lokal.


Namun, suasana tenang tersebut berubah drastis saat siang beranjak sore. Hujan badai besar tiba-tiba menerjang wilayah Belik dengan intensitas yang sangat ekstrem. Saya terpaksa menghentikan aktivitas dokumentasi dan meneduh di rumah Pak Warmo. Situasi di luar menjadi mencekam; angin kencang menyebabkan beberapa pohon besar tumbang, bahkan ada informasi bahwa beberapa pohon menimpa rumah warga. Dari balik jendela, saya menyaksikan betapa kuatnya kekuatan alam yang sedang melanda desa hari ini.


Kondisi cuaca yang tidak kunjung membaik memaksa saya harus menembus hujan untuk kembali ke posko. Akibat perjalanan yang basah kuyup di tengah suhu dingin yang menusuk, kondisi fisik saya langsung menurun drastis. Malam harinya, tubuh saya mulai terasa sakit, sebagai dampak dari kelelahan dan paparan cuaca ekstrem sepanjang hari. Meski hari ini ditutup dengan kondisi kesehatan yang kurang baik, memori tentang keindahan Curug Jajar dan potret senyum warga yang sempat terekam kamera menjadi pengingat berharga akan dinamika kehidupan di lokasi pengabdian.