Hari kedua puluh tiga diawali dengan kegiatan lapangan yang berkaitan langsung dengan tindak lanjut program lingkungan. Pagi hari dimanfaatkan untuk mengambil bibit tanaman ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Bibit yang diterima terdiri dari tanaman mangga, rambutan, dan bungur, masing-masing sebanyak sepuluh tanaman. Pengambilan bibit dilakukan sebagai persiapan penanaman di wilayah yang telah ditentukan sebelumnya, khususnya pada area yang memiliki potensi kerawanan longsor. Proses pengambilan bibit berlangsung dengan pengecekan kondisi tanaman agar bibit yang diterima dalam keadaan baik dan siap tanam.

Setelah kegiatan di DLH selesai, agenda dilanjutkan dengan pergi ke puskesmas. Hal ini dilakukan karena beberapa anggota tim mengalami kondisi kesehatan yang kurang baik. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi masing-masing anggota serta mendapatkan penanganan yang sesuai. Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan selama pelaksanaan KKN, mengingat aktivitas lapangan yang cukup padat dan menuntut kondisi fisik yang prima.

Menjelang sore hari, kegiatan beralih ke posko. Waktu dimanfaatkan untuk memasak bersama sebagai persiapan konsumsi bagi anggota tim. Kegiatan memasak dilakukan secara gotong royong dengan pembagian tugas sederhana. Suasana posko terasa lebih hangat dan akrab karena kegiatan ini dilakukan sambil berinteraksi santai antaranggota. Momen memasak bersama tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga menjadi sarana menjaga kebersamaan di tengah kesibukan program.