Petualangan saya sebagai fotografer solo di desa ini masih terus berlanjut, dan alam seolah memberikan latar yang sempurna hari ini. Hujan deras kembali mengguyur, namun alih-alih berteduh, saya justru tertantang untuk menangkap momen estetik tersebut. Saya mengambil banyak footage hujan di berbagai sudut Desa Badak; rintik air yang menghantam tanah dan kabut yang menyelimuti perumahan warga memberikan kesan melankolis sekaligus megah dalam lensa kamera saya. Warung warga tetap menjadi basecamp andalan untuk berlindung sejenak sembari memastikan peralatan tetap aman.


Namun, suasana tenang di balik jendela warung seketika pecah oleh kabar mengejutkan. Teman-teman dekat dari Purwokerto melakukan kunjungan mendadak. Kedatangan mereka benar-benar penuh perjuangan dan drama; mereka harus menembus hujan lebat dan melewati jalur ekstrem menuju lokasi KKN kami. Cerita mereka yang sempat nyasar di tengah jalanan yang licin dan menanjak menjadi bahan tawa sekaligus rasa haru saat kami akhirnya bertemu. Kehadiran mereka adalah pelipur rindu yang luar biasa setelah hampir sebulan penuh kami terpisah oleh jarak dan kesibukan masing-masing.


Momen temu kangen ini kami habiskan dengan mengobrol banyak hal, ditemani suara hujan yang masih menderu di luar posko. Kami duduk melingkar, berbagi cerita tentang perkembangan kabar masing-masing, sementara mereka masih berusaha mengeringkan diri setelah bertarung dengan cuaca Belik. Obrolan semakin hangat karena Mas Kharisma dari Karang Taruna setempat juga ikut bergabung. Perpaduan antara cerita petualangan mereka yang "nekat" datang menembus badai dan kearifan Mas Kharisma menciptakan atmosfer kekeluargaan yang sangat kental.


Hari ini menjadi pengingat bahwa dukungan dari sahabat adalah penyemangat yang tidak ada tandingannya. Meskipun mereka datang dengan kondisi basah kuyup setelah melewati medan ekstrem, tawa yang pecah di posko Jurangjero membuktikan bahwa persahabatan jauh lebih kuat daripada cuaca buruk sekalipun. Kami menutup hari dengan kebersamaan yang hangat, merayakan reuni singkat ini di tengah dinginnya udara desa yang baru saja diguyur hujan lebat.