Kegiatan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Insinerator oleh Mahasiswa KKN Unsoed di Dusun Sambirata, Desa Wanogara Kulon
Pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang masih dihadapi masyarakat pedesaan, termasuk di Dusun Sambirata, Desa Wanogara Kulon. Kurangnya fasilitas pengolahan sampah menyebabkan sebagian limbah rumah tangga belum tertangani secara optimal. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan insinerator sederhana bersama warga setempat sebagai upaya edukatif dan solutif dalam pengelolaan sampah.
Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 08.00–09.00 WIB dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat Dusun Sambirata. Pada tahap awal, mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi mengenai pengertian insinerator, fungsi, prinsip kerja, serta manfaatnya dalam mengurangi volume sampah, khususnya sampah kering yang sulit terurai seperti plastik dan kertas. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan terkontrol.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan insinerator secara gotong royong antara mahasiswa KKN dan warga. Tahapan awal dimulai dari pengumpulan bahan dan alat, antara lain batu bata atau batako, semen, pasir, lem perekat (mortar instan/lem hebel), besi atau rangka penyangga, kayu sebagai cetakan sementara, serta seng atau pelat logam untuk bagian penutup atau cerobong.
Proses pembangunan diawali dengan pembuatan pondasi sebagai dasar struktur agar bangunan kokoh dan tahan panas. Selanjutnya dilakukan penyusunan badan insinerator menggunakan batu bata/batako yang direkatkan dengan campuran semen dan pasir atau mortar instan. Pada bagian dalam dibuat ruang bakar utama yang dirancang tertutup agar pembakaran lebih terkontrol. Setelah struktur utama berdiri, dipasang cerobong atau saluran asap dari bahan logam atau pipa tahan panas untuk membantu sirkulasi udara dan mengurangi penyebaran asap di sekitar area.
Tahap akhir adalah pelapisan dinding dengan plester semen untuk memperkuat struktur sekaligus menutup celah agar panas tidak mudah keluar. Setelah kering, insinerator dapat digunakan secara terbatas untuk pembakaran sampah kering dalam skala kecil dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan jenis sampah yang dibakar.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi teoritis, tetapi juga mendorong keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pembangunan sarana pengolahan sampah. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Diharapkan keberadaan insinerator sederhana ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Dusun Sambirata dalam mengurangi penumpukan sampah serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.