Sosialisasi & Praktik Pekarangan Pangan Lestari serta Sosialisasi PHBS dan praktik pembuatan Handsanitizer
Pada tanggal 18 Juli mahasiswa KKN Kebanggan telah melaksanakan program kerja dari divisi lingkungan dan kesehatan. Sasaran yang dituju adalah ibu-ibu kader posyandu yang berjumlah 34 pengurus. Kegiatan pertama dari divisi lingkungan yaitu melaksakan sosialisasi dengan judul Pekarangan Pangan Lestari. Isi dari materi sosialisasi berupa penemuan akar permasalahan yaitu banyaknya ditemukan limbah galon, pentingnya nutrisi dan protein hewani bagi tumbuh kembang anak, dan terbatasnya lahan yang dimiliki oleh masyarakat. Sehingga dirumuskan sebuah solusi yaitu sistem akuaponik dengan memanfaatkan galon bekas sebagai wadah untuk melestarikan kangkung dan lele. Pemilihan komoditas juga berdasarkan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Lele sebagai upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani dan kangkung sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi atau serat. Kegiatan ini juga mendapatkan respon yang baik dari ibu-ibu kader posyandu. Terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan, hal ini menjadi bukti antusiasme ibu-ibu terhadap materi sosialisasi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti, "Apakah akar dari kangkung tidak dimakan oleh ikan lele?" kemudian seputar perawatan dan waktu panen. Kegiatan selanjutnya adalah praktik atau demonstrasi dengan hasil akhir berupa setiap RW akan mendapatkan 2 produk akuaponik yang telah disusun bersama. Selanjutnya adalah kegiatan bidang kesehatan meliputi sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Mencegah Penyakit Pasca Bencana yang dilanjutkan dengan Praktek Pembuatan Hand Sanitizer dari Bahan Alami berupa Daun sirih dan Jeruk nipis. Daun sirih mengandung minyak atsiri yang berperan sebagai anti jamur dan anti bakteri, sedangkan jeruk nipis memiliki kandungan flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kegiatan Sosialisasi dan praktek diikuti dan disimak baik oleh ibu-ibu kader posyandu. Kegiatan sosialisasi diisi dengan penyampaian materi pentingnya menerapkan PHBS dan mengetahui alternatif menjaga kebersihan diri jika ketersediaan air terbatas. Beberapa pertanyaan juga diajukan kepada mahasiswa seperti apakah bisa menggunakan tanaman lain selain daun sirih dan jeruk nipis, berapa lama masa simpan hand sanitizer yang dibuat, dan beberapa pertanyaan lainnya. Hasil produk dari praktek bidang kesehatan kemudian dibagikan kepada ibu-ibu kader posyandu.