Sawah di Desa Lancar termasuk dalam mayoritas mata pencaharian masyarakat. Saya mencoba berkelana mencari tahu dibalik kata sabin (sawah dalam bahasa jawa) tersebut. Saya kedongsok (terperosok dalam bahasa jawa) berjalan diatas kecilnya tapak sawah yang berbentuk sengkedan.

Pada hari kelima kami disini, Minggu 11 Januari 2026, kami mengambil vakum dari kegiatan-kegiatan proker dalam sehari.  Saya mengambil kesempatan ini untuk mengelilingi pedesaaan terutama daerah sabin karena saya penasaran dengan bentuk sabin di daerah lereng. Dari pukul 8.30 sampai 10.30 saya berkeliling melalui jalan setapak warga kemudian disambut dengan jalan yang mulai becek hingga akhirnya saya menemukan aliran asli sungai yang mengalir deras. Di penghujung jalan saya menyaksikan langsung beberapa petani yang mengurus ladang sabin nya.

Dari pengamatan saya, sebagian besar sabin ditanamin padi, namun ada juga perbedaan yang amat mudah difahami sekejap mata. Sabin yang mudah dijangkau dominan ditanami tanaman yang asing atau bisa dibilang tanaman yang unik, misalnya yang tergambar pada 2 foto kanan atas. Menurut pembicaraan Pak RT tadi malam, memang betul beberapa petani disini bisa dibilang termasuk petani yang mengikuti tren tanaman yang sedang ramai. Pada dasarnya memang betul seperti yang Pak RT katakan.

Saya teramat bersyukur diberi kesempatan menjelajahi sabin yang ada di sini. Saya berharap semua orang merasakan kemurnian alam dan eloknya Desa Lancar. New experience unlocked.